Latest News

Showing posts with label DPR. Show all posts
Showing posts with label DPR. Show all posts

Friday, April 22, 2016

Anggota DPR Jepang: Aneh Calon Independen Harus Dapat Tanda Tangan Rakyat

Anggota DPR Jepang: Aneh Calon Independen Harus Dapat Tanda Tangan Rakyat


Semua orang berhak menjadi pemimpin politik atau pemerintah di Jepang jika dipilih oleh rakyatnya.
Termasuk calon independen, siapa pun berhak untuk mengajukan diri dimulai dari menjadi angggota DPR (parlemen) di tempat masing-masing.
Namun aneh kalau belum apa-apa sudah harus minta tanda tangan pendukungnya, apalagi menggunakan materai.
"Di Jepang kalau bisa dibuat sederhana ya agar semua orang bisa mencalonkan diri termasuk dari kelompok independen yang tidak masuk partai politik mana pun," kata Umeda Nobutoshi (54), politisi dan anggota DPR Jepang khusus kepada Tribunnews.com, Kamis (21/4/2016).
Menurutnya tak ada persyaratan yang harus meminta tanda tangan, apalagi materai dari masyarakat bagi calon yang ingin maju ke pemilihan umum (pemilu) setempat.
"Aneh itu kalau sampai minta tanda tangan atau pakai materai segala. Tidak ada itu di Jepang. Semua harus dari kemampuan sendiri dan buat sendiri, lengkapi semua ketentuan yang ada. Tapi tak ada ketentuan yang diminta dari masyarakat, atau diminta harus ada jaminan pendukung, tak ada itu. Nanti panitia pemilihan yang akan menilai semua dokumen yang kita buat sendiri. Apabila semua dokumen lengkap dan diterima, ya kita lolos untuk menjadi calon untuk melakukan kampanye pemilu di Jepang," jelasnya.

Berbagai persyaratan teknis diminta Panitia Pemilu Jepang yang semuanya harus kita lakukan sendiri, lengkapi sendiri termasuk mengisi formulir dan sebagainya.
Tetapi tak ada dalam ketentuan tersebut atau persyaratan teknis yang mengaitkan ke masyarakat, misalnya minta tanda tangan masyarakat dengan materai dan sebagainya.
"Apabila menggunakan materai, harus membeli, itu justru memberatkan masyarakat. Bagaimana yang tak punya uang, apakah berarti pemilu hanya untuk orang yang punya uang saja? Dan kalau calon yang mau ikut pemilu membelikan materai, jelas itu melanggar UU yang ada seolah melakukan penyogokan (suap) kepada para pendukungnya," ujarnya
Apabila calon yang mau ikut pemilu dari parpol tertentu akan terkait pula surat keterangan dari markas besar parpol yang bersangkutan serta ketentuan yang terkait di dalam parpol itu sendiri.
"Jadi pada hakekatnya seorang calon independen justru malah tak boleh merepotkan rakyatnya dengan segala keterkaitan yang ada pada rakyat. Dia harus berusaha sendiri dengan kekuatan sendiri melengkapi persyaratan pribadinya sendiri," tambahnya.
Demikian juga tak ada yang namanya surat kelakuan baik dari polisi. Karena hal itu malah justru seperti seorang penjahat atau tahanan saja.

http://m.tribunnews.com/internasional/2016/04/21/anggota-dpr-jepang-aneh-calon-independen-harus-dapat-tanda-tangan-rakyat

Monday, April 18, 2016

DPRD DKI kerjaannye ape yeee???

Ahok udeh kerje keras.
ngebangun Jakarte,
.
kagak bikin banjir Jakarte,
memanusiain warge DKI,
Punye Program jelas
kerja, kerja,... Kerja...!
DPRD DKI kerjaannye ape yeee???
Kolusi APBD 12,1 trilyun ketauan,
ngajakin ribut ame Ahok ampe sekarang satu juga dari 101 anggota dongok DPRD kagak ade nyang berani nampol Ahok...!
satu juga dari 101 anggota DPRD kagak ade nyang bantuin mindahin Warge Kampung PULO,
satu dari 101 anggota dongok kagak ade nyang mindahin warge Kalijodoh,
satu juga dari dewan koplak kagak ade nyang bantuin ngangkutin barang barang warge Kampung luar batang pindah ke rusunawa.
ckckckckckck...
kerjaannye cuman Fitnah... fitnah... fitnah...!!!
Sumber waras kagak kebukti malah anggota namenye Sanusi kena kasus reklamasi...!!!!
Abangnye Taufik mantan Narapida Kasus Korupsi juga di panggil KPK barengan same Politiisi PDIP.
Blom lagi Lulung bakalan ngantri masuk KPK,
blom lagi blom lagi...!!!
Kerjaan Anggota DPRD DKI cuman,
Gedung DPRD, Kantor Bareskrim, trus ke KPK...
masa Ahok cuman ngawasin lo pade jadi tikus???
DPRD tugasnye ngawasin Gubernur bukan kebalikannye braaayyy!
Salah cari wakil, bukan wakil rakyat, malah maling duit rakyat !!!
Begok...!!!
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (11/4/2016).
MEGAPOLITAN.KOMPAS.COM|OLEH KOMPAS.COM

Thursday, April 7, 2016

Antara DPR dan Rakyat



Antara DPR dan Rakyat

Monday, December 7, 2015

MAAFKAN..AKU MELUDAH KE ARAH WAJAHMU YANG MULIA



MAAFKAN..AKU MELUDAH 

KE ARAH WAJAHMU YANG MULIA

Karya: Imam Prasodjo

Tidakkah kita melihat
Sebuah kebobrokan moral
Kasat mata diperagakan
Integritas begitu unggul bersinar
Bersanding dengan gelapnya kepalsuan
Panggilan "yang mulia" berkali diucapkan
Namun hati begitu terluka mendengar
Karena gelar dan perilaku tak bersesuaian
Karena baju kehormatan disalahgunakan
Dijadikan penutup kebusukan dan kebobrokan
250 juta pasang mata melihat
Tenggorokan begitu kering terjerat
Tak mampu menelan ludah
Melihat kemunafikan di puncak kebejatan
Karena itu yang mulia
Maafkan aku
Kali ini aku tak tahan
Harus meludah ke arah wajahmu
Wajah kepalsuan yang bagiku
Begitu menyebalkan dan memuakkan.
7 Desember 2015
Apa makna puisi ini? tentu hanya si penulis yang memahami. Namun sekilas puisi ini seperti menyindir kinerja MKD DPR yang kurang gahar mengusut kasus papa minta saham ini. Namun penuntasan kasus ini masih berproses di MKD dan tentu saja masyarakat menaruh harapan agar MKD menunaikan tugasnya menjaga marwah DPR dengan sejujur-jujurnya.

Puisi Imam Prasodjo: Maafkan Aku Meludah ke Arah Wajahmu Yang Mulia
Di tengah desakan santer ke MKD agar memproses kasus papa minta saham ini, sosiolog UI Imam B Prasodjo membuat sebuah puisi. Berikut puisi karya Imam Prasodjo yang diunggah di Facebooknya, Senin (7/12/2015).

Sunday, August 23, 2015

Kinerja DePeEr Nol Besar Sering Buat Gaduh Pemerintah



Kinerja NOL Besar, sering buat gaduh pemerintah yg kerja keras buat rakyat, sering sakiti hati rakyat dgn berbagai aktivitas foya-foya hamburkan uang rakyat.....gak pantas berhura-hura di atas penderitaan rakyat...

Source : FB Pak Dewo

Saturday, August 22, 2015

DPR tak Bisa Jalan Terus dengan Sikap Ngototnya.

Ilustrasi--MI/Mohamad Irfan
Gambar Ilustrasi

DPR tak Bisa Jalan Terus dengan Sikap Ngototnya.

DPR diharapkan mendengar suara masyarakat yang mengkritik rencana pembangunan tujuh megaproyek senilai Rp1,6 trilun. Apalagi, anggota DPR dipilih oleh rakyat.

"Jika DPR merupakan lembaga yang mewakili aspirasi masyarakat, protes publik harusnya menjadi satu aspirasi penting untuk dipertimbangkan. Tak bisa DPR jalan terus dengan sikap ngototnya, seolah-olah mereka lupa bahwa jabatannya itu tidak datang begitu saja tanpa peran suara-suara rakyat yang memilihnya," kata peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus kepada Metrotvnews.com, Jumat (21/8/2015).

Dia menduga, DPR sudah membuat komitmen dengan pihak tertentu. "Jadi ada yang tak bisa diundur-undur lagi karena sudah melibatkan transaksi-transaksi," terang dia.

Jika DPR terus memperjuangkan pembangunan tujuh proyek bernilai Rp1,6 triliun dengan alasan membela kepentingan rakyat, itu hanya menipu. "Itu adalah tagline tipu-tipu DPR untuk melancarkan misi pribadi dan kelompok mereka," ungkap Lucius.

Presiden Joko Widodo melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung meminta DPR mengkaji ulang pembangunan tujuh proyek DPR. "Presiden minta dikaji kembali dan beliau minta dilaporkan segera," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Tujuh proyek itu terdiri dari alun-alun demokrasi, museum dan perpustakaan, jalan akses bagi tamu ke Gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian legislasi, pembangunan ruang anggota dan tenaga ahli, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR.
(YDH)


http://m.metrotvnews.com/read/2015/08/21/423275/dpr-tak-bisa-jalan-terus-dengan-sikap-ngototnya

KOMENTAR DI FACEBOOK:

Perlukah PEOPLE POWER diaktifkan?

DPR harus diganti atau dibubarkan!

karena semakin lama dibiarkan,
maka semakin banyak kehancuran!

kita harus ingat bahwa fungsi DPR
adalah "Dewan Perwakilan Rakyat"
bukan "Dewan Penghancur Rakyat"

ada peperangan yang seru dibalik layar
yang sudah diatur dalam skenario KMP
yang semakin tercium tajam aromanya:

- dengan menciptakan mafia-mafia
(merusak harga pasar dan sembako)
- dengan mengganggu kinerja JW-JK
(mengacaukan program-programnya)
- dengan menghasut para pemerintah
(melakukan tindakan korupsi/boros)
- dengan mengadu domba rakyat
(menciptakan media info berbau sara)
- dengan menaikkan harga pasar
(membuat situasi buruk saling serang)
- dan lain-lain yang belum diketahui lagi
(masih dalam proses pemantauan)

sampai kapan mereka terus menari
diatas penderitaan rakyat-rakyatnya?



Saturday, August 15, 2015

Mimpi DPR punya gedung baru terganjal di tangan Jokowi

Mimpi DPR punya gedung baru terganjal di tangan Jokowi

Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Mimpi DPR punya gedung baru terganjal di tangan Jokowi


Jumat 14 Agustus kemarin seharusnya menjadi momen istimewa bagi DPR. Presiden Joko Widodo diagendakan membubuhkan tanda tangan di sebuah prasasti yang bertuliskan 'Pencanangan Penataan Kawasan Parlemen'. Dalam prasasti tersebut, Jokowi akan membubuhkan tanda tangannya bersama dengan Ketua DPR Setya Novanto. Namun rencana penandatanganan itu batal dilakukan.

Setelah melakukan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR dan pidato Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2016 beserta Nota Keuangan,Jokowi yang ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko PMK Puan Maharani meninjau museum baru yang termasuk dalam 7 proyek DPR itu. Dalam 7 proyek itu, selain museum, terdapat alun-alun demokrasi, perpustakaan, pusat kajian legislasi, dan gedung baru bagi para anggota dewan.

Setelah beberapa saat meninjau museum dengan mendengarkan penjelasan Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Tim 7 Proyek pembangunan DPR, Fahri Hamzah, nyatanya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu langsung bergegas meninggalkan Kompleks Parlemen, Senayan dan langsung menuju mobil Kepresidenan RI 1.

Tidak ada seremoni penandatanganan prasasti berwarna hitam dengan tulisan tinta emas yang sudah disiapkan oleh pihak DPR. Mimpi DPR memiliki gedung baru pun terpaksa tertunda.

Rencana pembangunan gedung baru DPR pernah disampaikan oleh Ketua DPR Setya Novantodalam pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2014-2015 pada pertengahan April lalu. Setya mengatakan, pembangunan gedung baru diharapkan akan menjadi ikon nasional dan bertujuan memperkuat peran representasi DPR RI serta mendekatkan wakil rakyat dengan konstituennya.

Saat membuka masa sidang I tahun sidang 2015-2016, Setya juga menyatakan proyek ini telah disetujui Presiden Jokowi dan akan ditandatangani prasasti pencanangan pembangunan tujuh proyek itu. "Kami mengharapkan Presiden berkenan untuk membubuhkan tanda tangan pada prasasti sebagai tanda dimulainya pembangunan Kompleks Parlemen Republik Indonesia," ujarnya kala itu.

DPR merencanakan proyek ini sejak awal tahun 2015. Kondisi fasilitas bagi para anggota DPR saat ini dinilai tidak memadai lagi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon pernah menyebut, dalam satu ruang yang dulu pas-pasan digunakan oleh 3 orang tenaga ahli, sekarang harus digunakan oleh 7 tenaga ahli.

Selain itu, DPR juga ingin memiliki perpustakaan yang memadai dan dapat diakses oleh semua orang. Museum yang akan dibangun harus dapat menjadi sumber pengetahuan baru bagi masyarakat Indonesia. Fadli mengatakan, secara prinsip, hal itulah yang ingin dipenuhi dalam pembangunan gedung baru.

Pembangunan kawasan DPR ini memakan biaya Rp 124 miliar. Sebagian dana pembangunan diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.

Belum ada keterangan dari pemerintah soal pembatalan penandatanganan prasasti itu. Namun penjelasan datang dari pimpinan DPR.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membantah Jokowi membatalkan pembangunan gedung baru DPR.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang juga ketua tim tujuh proyek DPR menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo bukan membatalkan membubuhkan tandatangan di Prasasti Pencanangan Penataan Kawasan Parlemen. Dia mengaku Jokowi terlebih dahulu ingin agar 7 proyek DPR rampung dibangun terlebih dahulu sebelum menandatangani prasasti yang terletak di depan Museum baru DPR itu.

"Ada permintaan dari Pak Jokowi, karena di mana-mana kan beliau ingin supaya satu proyek itu nampak dan clear dulu, baru ada proses ke mana arahnya kita bicarakan. Kita akan bicarakan belakangan dengan beliau," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8)
Source : http://www.merdeka.com/politik/mimpi-dpr-punya-gedung-baru-terganjal-di-tangan-jokowi.html

Thursday, July 9, 2015

10 THN SBY PRESIDEN DPR TIDAK BANYAK BACOT


Sepuluh (10) tahun Sby sebagai Presiden, DPR TIDAK BANYAK BACOT !
Satu ( 1 ) tahun JKW presiden DPR KOAR-KOAR banyak BACOT !, 
KARENA KRAN KORUPSI DITUTUP !

Wednesday, June 17, 2015

Rapat Bahas RUU Nelayan, Hanya 11 dari 50 Anggota DPR yang Hadir

Rapat Bahas RUU Nelayan, Hanya 11 dari 50 Anggota DPR yang Hadir

 Foto Rapat RUU Perlindungan Nelayan (Lani-detikFinance)

Rapat Bahas RUU Nelayan, Hanya 11 dari 50 Anggota DPR yang Hadir



Jakarta -Hari ini, Komisi IV DPR membahas penyusunan naskah akademik dan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perlindungan, dan Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan. Namun hanya sedikit Anggota Komisi IV yang hadir.

Dari pantauan detikFinance, dari 50 Anggota Komisi IV yang ada, hanya 11 Anggota yang hadir.

"Beberapa Anggota Komisi IV DPR juga bertugas sebagai Anggota Badan Anggaran, Badan Musyawarah. Dan beberapa belum hadir karena macet dan kesibukan lainnya," kata Wakil Ketua Komisi IV, Herman Khaeron saat membuka rapat, Rabu (17/6/2015).

Dalam rapat tersebut, hadir Kepala Sekolah Tinggi Perikanan, I Nyoman Suyasa. Kemudian ada juga Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Persero), Abdussalam Konstituanto. Terakhir hadir Direktur PT Perikanan Indonesia, Agus Suherman.

Rapat dimulai pukul 11.00 WIB, mundur dari jadwal awal di pukul 10.00 WIB.

(dnl/hen) 
http://finance.detik.com/read/2015/06/17/114929/2944669/4/rapat-bahas-ruu-nelayan-hanya-11-dari-50-anggota-dpr-yang-hadir

Monday, June 15, 2015

Ahok Bakal Batal Kena HMP, Taufik dan Lulung Jadi Manyun



Ahok Bakal Batal Kena HMP

NAGA-naganya HMP (Hak Menyatakan Pendapat) yang digulirkan untuk Gubernur Ahok bakal batal. Soalnya, program “unggulan” DPRD DKI dengan target melengserkan sang gubernur tersebut kurang dukungan. PDIP sebagai fraksi terbesar, menolak, begitu pula Hanura. Yang paling ngotot tinggal PPP-nya H. Lulung dan Gerindra milik M. Taufik. Dengan batalnya HMP ini, sangat boleh jadi H. Lulung dan M. Taufik menjadi orang yang paling manyun se-DKI Jakarta.

Pilih mana; punya gubernur yang lemah lembut tapi tak kuasa membasmi korupsi, atawa yang sedikit “srogal-srogol” (kasar) tapi bikin ciut nyali para tikus di Pemprov DKI? Tentu saja rakyat memilih yang terakhir. Sebab meski Ahok sedikit kasar, tapi ketegasannya mengingatkan pada gubernur Jakarta legendaris Bang Ali. Lagi pula, sekasar-kasarnya Ahok bertutur kata, paling-paling-paling menggebrak meja, belum menggebrak kepala orang sebagaimana Ali Sadikin dulu.

Tokoh sentral yang tak suka pada Ahok, dari dulu dikenal H. Lulung dari PPP dan M. Taufik dari Gerindra. Bagi keduanya, langkah apapun Gubernur Ahok, sangat menyebalkan. Apa lagi dalam kemelut “e-budgeting APBD DKI”, Ahok menuduh bahwa ada sejumlah oknum DPRD yang kerjasama dengan pejabat Pemprov untuk memark up anggaran.

Dengan dalih Ahok bikin APBD palsu –tanpa teken Ketua DPRD– politisi Kebon Sirih itu membuat program “unggulan” yang namanya HMP, di mana ujung-ujungnya untuk melengserkan Ahok. Awalnya kompak. Tapi setelah Ketua DPRD dan Gubernur DKI itu bertemu dengan Presiden Jokowi, semangat HMP mulai mengendor. PDIP dan Hanura jelas menolak, yang lain ada pula yang setuju HMP tapi bukan berarti memakzulkan Ahok.

Jumlah anggota DPRD DKI tercatat 106. Tapi PDIP yang anggotanya terbanyak (28) dan Hanura (10) menolak HMP. Padahal untuk menggelar HMP sekurang-kurangnya harus didukung 2/3 suara atau sekitar 80 orang. Dengan anggota tinggal 68, itupun tak dijamin semua mau hadir, mana mungkin HMP bisa digelar, karena tak mencapai kuorom. Selamat syukuran pada Ahok, dan selamat manyun pada H. Lulung dan M. Taufik. – gunarso ts


Source : Penggemar music, kesehatan dan keindahan
https://www.facebook.com/811047422243215/photos/a.814480878566536.1073741828.811047422243215/1082184825129472/?type=1&theater

Tuesday, June 9, 2015

DPR Minta Jatah Dana Aspirasi Rp 20 M per Anggota, Total Rp 11,2 T

DPR Minta Jatah Dana Aspirasi Rp 20 M per Anggota, Total Rp 11,2 T

DPR Minta Jatah Dana Aspirasi Rp 20 M per Anggota, Total Rp 11,2 T 

Jakarta - DPR mengajukan permintaan dana aspirasi daerah pemilihan (dapil) sebesar Rp 20 miliar per anggota. Permintaan ini diajukan dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.
"Kita ajukan dana aspirasi dapil sebesar Rp 15-20 miliar per anggota per tahun mulai 2016," kata Ketua Badan Anggaran DPR Ahmadi Noor Supit saat dihubungi, Selasa (9/6/2015).
Dengan total 560 anggota DPR, itu berarti ada total Rp 11,2 triliun dari APBN 2016 yang ditujukan bagi dana aspirasi apabila anggaran itu disetujui. Dana itu ditujukan untuk pembangunan dapil dari masing-masing anggota.
Supit menuturkan bahwa pengalokasian dana aspirasi dapil ini sebagai amanat dari UU MD3. Anggota DPR sebagai wakil rakyat mendapatkan aspirasi dari warga. Menurutnya, tidak semua komisi di DPR bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Misalnya di komisi pertanian mudah memperjuangkan. Tapi di komisi XI (keuangan) atau komisi I (pertahanan) bagaimana? Supaya ada keadilan supaya semua anggota bisa akomodir aspirasi daerah jadi dicoba di tahun anggaran 2016," paparnya.
Nantinya, anggota DPR yang menerima aspirasi-aspirasi dari dapilnya akan mengajukan program pembangunan tersebut. Tetapi, operasional penggunaan anggaran tetap ada di pemerintah daerah.
"Anggota hanya punya hak untuk mengusulkan. Operasionalnya lewat pemda. Dia akan masuk ke APBD di daerah," ujar Supit.http://news.detik.com/…/dpr-minta-jatah-dana-aspirasi-rp-20…

Sunday, May 31, 2015

Ketua PKB DKI: Semua Partai Berebut Ahok untuk 2017



Ketua PKB DKI: Semua Partai Berebut Ahok untuk 2017

Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) membuka peluang maju lewat jalur partai politik (parpol) dalam Pemilihan Gubernur DKI 2017 nanti. PKB DKI memprediksi, Ahok memang bakal jadi rebutan parpol-parpol yang akan berlaga di Pilgub DKI 2017.

Memang Ahok juga berniat maju lewat jalur independen. Namun syarat mengumpulkan dukungan dalam bentuk fotokopi e-KTP sebanyak 750.000 lembar diprediksi bakal berat.

"Menurut saya, Pak Ahok itu tidak perlu lewat jalur independen, karena semua partai berebut untuk mengambil Pak Ahok," kata Ketua DPW PKB DKI Hasbiallah Ilyas kepada detikcom, Senin (1/6/2015).

Kinerja Ahok sebagai Gubernur DKI bakal mempengaruhi tingkat keterpilihan dia di mata masyarakat. Kini, dua tahun jelang 2017, yang rakyat butuhkan hanyalah pembuktian kinerja Ahok. Pembuktian itu akan menjadi 'finishing touch (sentuhan akhir)' yang nyata.

"Kinerjanya tinggal sedikit dipoles. Misalnya, musim banjir datang, mesti persiapan. Jakarta jangan sampai banjir. Tata air harus dikuatkan. Ini pembuktian, bukan retorika," ujar Hasbi.

Memang, sudah ada Partai NasDem yang membuka pintu untuk Ahok menuju arena pertarungan 2017 nanti. Meski begitu, PKB masih belum menentukan siapa calon yang bakal diusung partainya pada Pilgub DKI 2017 nanti. 

Menurut Hasbiallah, hajatan politik itu masih cukup lama, apalagi revisi UU Pilkada yang diwacanakan juga belum jelas betul bagaimana hasil akhirnya

Source : http://forum.detik.com/ketua-pkb-dki-semua-partai-berebut-ahok-untuk-2017-t1207310.html

Thursday, April 9, 2015

AM Fatwa Sebut Ahok Tak Peduli bila Dimakzulkan karena...


KOMPAS.COM/ROBERTUS BELARMINUSGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah), AM Fatwa (kiri) di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2015).

AM Fatwa Sebut Ahok Tak Peduli bila Dimakzulkan karena...


Anggota DPD RI dari DKI Jakarta AM Fatwa ikut berkomentar mengenai langkah sebagian anggota DPRD DKI yang berencana menggulirkan hak menyatakan pendapat kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Menurut dia, itu merupakan hak politik dari DPRD.

"Saya kira itu hak politik DPRD, apa pun motifnya itu tidak perlu kita campuri," kata Fatwa seusai mengikuti kegiatan peresmian GOR PKP DKI Jakarta bersama Ahok di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2015).

AM Fatwa mengaku sudah berbicara dengan Ahok terkait rencana pemakzulan itu. Kata dia, Ahok tak peduli karena bila akhirnya dipecat jadi Gubernur DKI, dia masih dapat bekerja hingga 2016.

Apalagi, menurut dia, tahun 2017 sudah ada pemilihan kepala daerah baru. AM Fatwa melanjutkan, Ahok akan memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan perubahan di DKI. 

Melalui program seperti e-budgeting, lanjut dia, Ahok ingin meniadakan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi melalui pembaruan tersebut.

"Dia tidak peduli mau dimakzulkan. Tidak apa-apa. Asal prinsip pembaruan yang mencegah penyimpangan-penyimpangan, yang sebenarnya budaya penyimpangan seperti ini itu terjadi hampir di seluruh Indonesia. Hanya, biasa terjadi kompromi. Dalam hal ini, Ahok tidak mau kompromi," ujar AM Fatwa.

Dia mengaku sebagai orang yang mendukung Ahok. Untuk melakukan perubahan seperti yang dilakukan Ahok, lanjutnya, perlu keberanian.

"Ya, memang kadang diperlukan orang dalam tanda petik agak gila sedikit," ujar dia. Dia juga berharap Presiden Jokowi memberlakukan sistem e-budgeting tidak hanya di DKI, tetapi juga secara nasional sehingga praktik penyimpangan anggaran dapat dihilangkan.

JAKARTA, KOMPAS.com
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/08/11583901/AM.Fatwa.Sebut.Ahok.Tak.Peduli.bila.Dimakzulkan.karena

Tuesday, April 7, 2015

Jalan panjang menggulingkan Ahok

Jalan panjang menggulingkan Ahok

ahok hadir rapat apbd dki. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Jalan panjang menggulingkan Ahok


Panitia Angket telah melaporkan hasil penyelidikan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta. Mereka menyarankan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi untuk menindaklanjuti adanya kesalahan yang dilakukan Ahok.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menjelaskan, 33 anggota dewan telah menyepakati untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengajukan Hak Menyatakan Pendapat (HMP). Jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi syarat untuk merealisasikannya.

Namun jalur tersebut masih panjang. Sebab DPRD DKI Jakarta masih harus membentuk Panitia Khusus (Pansus) HMP. Proses ini hanya bisa dilakukan setelah melakukan serangkaian tahapan.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, usulan mengajukan HMP akan diberikan kepada lima pimpinan DPRD DKI Jakarta. Kemudian mereka akan menggelar Rapim untuk membahas masukan tersebut.

"Diusulkan kepada pimpinan, kemudian pimpinan bahas. Nanti hasilnya baru dibahas lagi di Bamus (Badan Musyawarah) untuk membahas usulan tersebut," ungkapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/4).

Setelah mendapat persetujuan dari Bamus, maka akan digelar rapat paripurna. Tujuannya untuk mendengar penjelasan pihak-pihak yang mendukung HMP. Selain itu, dalam rapat tersebut, setiap fraksi juga akan menyampaikan pandangannya.

"Nanti dalam rapat paripurna tersebut akan ada usulan dan pandangan fraksi-fraksi. Lalu dibentuk panitia khusus untuk HMP," jelasnya.

Dalam panitia HMP ini, tidak hanya didominasi oleh anggota fraksi yang setuju dengan pengajuan hak ini. Sebab berdasarkan aturan, pansus ini harus terdiri dari masing-masing satu orang untuk setiap fraksi.

"Itu ada ketentuannya soal anggota Pansus HMP. Kalau dalam tatib kami, jumlahnya lupa, tapi harus dari anggota dewan dan dari segala fraksi. Bisa sampai belasan orang," katanya.

Tujuan pembentukan Pansus ini untuk mendalami temuan yang telah dilaporkan oleh Panitia Angket, sehingga dapat diambil kesimpulan mengenai solusi penyelesaian dari hak angket yang diajukan DPRD DKI Jakarta.

"HMP itu kan bisa opsinya, Mahkamah Agung atau peringatan atau nanti tergantung panitia HMP," ujarnya.

Seperti diketahui, Panitia angket telah membacakan seluruh hasil penyelidikan mereka terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Hasil setebal 32 halaman tersebut dibacakan secara bergantian oleh Veri Younevil, Aji Syamsudin dan M Ongen Sangaji.

Ketua panitia angket M Ongen Sangaji menegaskan, Ahok melakukan pelanggaran. Pelanggaran tersebut mengenai mekanisme pengiriman RAPBD DKI Jakarta 2015 dan etikanya sebagai seorang pimpinan.

Melihat hasil tersebut, politisi Hanura ini meminta Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi untuk menindaklanjutinya. Sebab mantan Bupati Belitung Timur ini telah melanggar undang-undang.

"Atas dasar penyelidikan, maka panitia angket dengan ini mengusulkan kepada DPRD, untuk menindak lanjuti pelanggaran yang telah dilakukan oleh saudara Gubernur," ungkapnya dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/4).

Adapun hasil kesimpulan panitia angket tersebut adalah:

1. Gubernur DKI jakarta telah melakukan pelanggaran terhadap UU sebagaimana diatur dalam UU no 11 Tahun 2013. Pasal 34 ayat 1 UU no 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Tahun 2008.

A. Sekretaris Daerah atas nama Gubernur telah nyata dan sengaja, mengirimkan outline Rancangan Anggaran 2015 kepada Kementerian Dalam Negeri yang bukan hasil persetujuan dan pembahasan bersama.

B. Gubernur Provinsi DKI jakarta mengabaikan kewenangan fungsi DPRD, dalam rangka fungsi anggaran berupa pengajuan usulan dalam rancangan APBD, sebagaimana diatur dalam pasal 20 ayat 3 dan 5 UU Nomor 11 Tahun 2003.

C. Gubernur telah melanggar UU dan peraturan terkaitnya yang berlaku dalam pembahasan dan pengesahan APBD.

2. Gubernur telah melakukan pelanggaran UU di dalam penyelenggaraan Sistem Informasi Keuangan Negara, yang analisis dalam tingkat daerah dalam bentuk e budgeting.

3. Telah melanggar etika dan norma, dalam melaksanakan kebijakan, dalam melakukan tindakan menyebarkan fitnah terhadap institusi dan anggota DPRD dengan menyatakan bahwa "DPRD sama seperti dewan perampok daerah". Tindakan tersebut merupakan penistaan, penghinaan terhadap lembaga institusi negara yang akan mengganggu pola kerja pemerintah daerah. Selain itu beberapa ucapan kata-kata yang terlontar dari gubernur "seperti bajingan, brengsek, lo pikir pake otak, gebrak meja dan marah-marah gebrak mobil dari akun Youtube. Dari media online.

4. Telah melakukan pelanggaran terhadap UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 67, bahwa kewajiban kepala daerah dan wakil untuk mentaati ketentuan dalam UU.

Merdeka.com
http://www.merdeka.com/jakarta/jalan-panjang-menggulingkan-ahok.html

Monday, April 6, 2015

Saya Bangga Tidak Memilih Penipu



SAYA BANGGA 
TIDAK MEMILIH PENIPU !!!

Saya memilih Jokowi bukan untuk menanggapi 
isu isu politik murahan dari gerombolan orang-orang serakah dan pemalas yang tidak siap 
dengan pembaharuan.

Saya memilih Jokowi untuk bekerja 
memajukan bangsa dan Jokowi saat ini 
benar-benar bekerja untuk kemajuan bangsa, 
bukan bekerja untuk citra dan juga popularitasnya.

Selamat Bekerja Pak Presiden.

Wujudkan NawaCita

Source : FB ILo Sanre‎

Sunday, April 5, 2015

Menteri Yuddy: Presiden Jokowi lebih demokratis dari Barack Obama

Menteri Yuddy: Presiden Jokowi lebih demokratis dari Barack Obama

Menpan-RB Yuddy Chrisnandi di Merdekacom. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Menteri Yuddy: Presiden Jokowi lebih demokratis dari Barack Obama


 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy
Chrisnandi menyebut Presiden Joko Widodo sangat demokratis, bahkan
melebihi Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Hal ini bisa terlihat dari
cara Jokowi mencari menteri dan mengangkat bawahannya.

Menurut Yuddy, pengangkatan menteri di pemerintahan Jokowi tidak
dilakukan secara subjektif atas penilaian presiden. Namun, pengangkatan
menteri dilakukan dengan meminta pendapat banyak pihak dan bukan
hanya pihak pendukung atau kepentingan kolektif.

"Karakteristik integritas lebih kuat dari sebelumnya. Menteri menteri masuk
pemerintahan Jokowi dipilih tidak karena subjektif presiden, tidak semata
mata bergabungnya karena kepentingan kolektif politik pendukung. Ini
melibatkan aspirasi luas seperti KPK, PPATK, LSM, relawan dan banyak
lainnya," ucap Yuddy ketika berkunjung ke redaksi merdeka.com di
Jakarta beberapa waktu lalu.

Menteri Yuddy menyebut belum ada satu negara pun di dunia ini melakukan
hal yang dilakukan Jokowi. Amerika yang notabennya negara demokrasi
tidak melakukan hal ini dalam memilih pejabatnya.

"Sejarah negara manapun tidak ada seperti ini. Amerika saja kalau engga suka
ya ribut, nanti senat menolak baru dia ganti. Rakyat mau ribut Obama cuek
aja. Jokowi sangat demokratis, tidak bisa menentukan menteri sendiri," katanya.

Yuddy mengakui banyak nama calon menteri yang gugur ketika masa
pemilihan dulu. Hal ini semata mata karena kebijakan Jokowi yang tidak
mau menentukan sendiri siapa saja yang bakal jadi pembantunya.

Demokratisnya Jokowi, menurut Yuddy, juga bisa dilihat dari polemik
pemilihan Kapolri beberapa waktu lalu. Karena mendengarkan aspirasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jokowi akhirnya membatalkan pelantikan
Budi Gunawan yang merupakan calon Kapolri tunggal saat itu.

"Kalau saya Presiden Jokowi, BG (Budi Gunawan) pasti saya lantik.
Kalau diterabas apa sih risikonya, risiko politik tidak ada, paling ditinggal
sebagian pendukungnya. Lagian masyarakat kita pemaaf. Mereka akan
lupakan suatu buruk apabila kita balas baik di kemudian hari," tutupnya.
[bim]
http://www.merdeka.com/uang/menteri-yuddy-presiden-jokowi-lebih-demokratis-dari-barack-obama.html