Latest News

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, March 5, 2017

Arbi Sanit: Salaman Raja Salman - Ahok Tamparan Keras untuk Rizieq



Arbi Sanit: Salaman Raja Salman - Ahok Tamparan Keras untuk Rizieq


Kebersamaan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Bandara Halim Perdana Kusuma, Rabu (1/3/2017) kemarin, merupakan pelajaran dan tamparan keras bagi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Demikian yang disampaikan oleh pengamat politik Arbi Sanit. Menurutnya, apa yang ditunjukan Raja Arab itu merupakan bentuk kedewasaan dalam beragama.

"Itu tamparan keras buat Rizieq. Raja Arab memberinya pelajaran dan ingin menunjukan bahwa gak ada persoalan dengan bersalaman, berpelukan, berbicara, bahkan bersahabat dengan orang yang beda agama," kata Arbi kepada Netralnews.com, Kamis (2/2/2017).

Pasalnya, sehari sebelum kebersamaan Raja Salman dan Ahok, Habib Rizieq yang hadir sebagai saksi ahli di persidangan kasus dugaan penistaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017), enggan bersalaman dengan terdakwa Ahok. 

"(Salaman mereka) Itu bahasa tubuh. Itu namanya kedewasaan beragama yang ditunjukan oleh Raja Salman yang gak ada pada Habib Rizieq. Ini raja yang mengepalai umat Islam di Timur Tengah aja mau bersahabat dengan Ahok. Gak jadi masalah," ungkapnya.

Arbi bahkan menyebut, apa yang dilakukan Raja Salman kepada Ahok memberi kesan berbeda dengan apa yang selama ini dinyatakan Habib Rizieq kepada Ahok.

"Secara logis tindakan Raja Arab itu bermakna bahwa Rizieq ini gak punya logika sama sekali dalam beragama. Beragama Rizieq seperti anak-anak, maunya menang sendiri, tidak mau bertoleransi,"tandas Arbi.(netralnews.com)

Saturday, March 4, 2017

Gambar bercerita Sekita Kunjungan Raja Salman ke Bumi Nusantara.



Pemimpnin yang baik bukan dilihat dari suku atau agama, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membawa perubahan yang nyata,sedangkan AGAMA adalah HUBUNGAN PRIBADI KITA DENGAN SANG PENCIPTA....



Dunia Maya Ribut soal Tulisan 'God Bless You' di Pesawat Raja Salman


Dunia Maya Ribut soal Tulisan 'God Bless You' di Pesawat Raja Salman


Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud akhirnya menginjakkan kaki di Indonesia, Rabu (1/3/2017) siang.
Kedatangannya disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kunjungan kenegaraan ini akhirnya terjadi setelah terakhir kali kunjungan dari Arab Saudi pada 47 tahun silam.
Rupanya netizen juga menyoroti berbagai macam hal tentang Raja Arab Saudi itu.
Masih lekat di ingatan, publik cukup kaget dengan tangga elektronik yang dibawa langsung dari Arab.
Kini, beredar gambar tulisan 'God Bless You' di badan pesawat yang membawa Raja Salman ke Indonesia.
Sejumlah netizen mengungkapkan itu melalui Twitter.
Satu di antaranya, akun twitter milik sastrawan Goenawan Mohamad @gm_gm
Goenawan Mohamad memposting sebuah foto pesawat bertuliskan kata 'God Bless You'.
Ada orang2 Indonesia yg anggap ucapan "God Bless You" kurang Islami.


TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA

Wednesday, August 19, 2015

Jokowi Tokoh Paling Berpengaruh di Indonesia

Jokowi Tokoh Paling Berpengaruh di Indonesia

Jokowi Tokoh Paling Berpengaruh di Indonesia

Tak terbantahkan bahwa posisi sebagai orang nomor satu di negeri ini telah menjadikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tokoh paling berpengaruh di Indonesia.
Majalah Men’s Obsession yang terbit di Jakarta memilih Jokowi sebagai tokoh yang paling berpengaruh di Indonesia. Men’s Obsession edisi Agustus 2014 menampilkan tema utama ’70 Tokoh Berpengaruh di Indonesia 2015’, dan Jokowi disebut sebagai tokoh yang paling berpengaruh. Ribuan eksemplar majalah itu dibagikan secara gratis pada acara HUT ke-70 Kemerdekaan RI Senin 17 Agustus 2015 di Istana Merdeka, Jakarta.

Nama Jokowi bak rising star yang fenomenal di pentas politik nasional. Bermula dari hanya pejabat lokal, Walikota Solo (2005-2010) dan 2010 – 2015 (yang dijalaninya hanya sampai 2012), karier dan pengaruh politiknya terus meroket jadi Gubernur DKI Jakarta, September 2013. Hingga akhirnya dipercaya rakyat menjadi jadi orang nomor satu di Indonesia sejak 20 Oktober 2014 lalu.

Pidato perdana Jokowi sebagai Presiden diberi judul ‘Di bawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi’. Pemerintah berjanji memastikan setiap rakyat merasakan kehadiran pemerintah, menyerukan rakyat Indonesia untuk bersatu dan bekerja keras, serta bertekad mengembalikan kejayaan maritim Indonesia.
Jokowi dikenal masyarakat sebagai sosok yang sederhana, lugu, jujur, namun siap bekerja untuk melayani rakyat Indonesia. Memulai usaha dari skala kecil, Jokowi menjadi pedagang mebel dan pembuat taman, kemudian menjadi eksportir mebel. Hingga berhenti menjadi pengusaha, Jokowi tidak menunggak gaji karyawannya dan tidak punya utang yang sampai harus digugat bangkrut ke Pengadilan Niaga.

Setelah 20 tahun menjadi pengusaha, tahun 2005 Jokowi terpilih menjadi Walikota Solo. Awalnya, banyak yang meragukan kemampuannya. Namun, dengan berbagai kemajuan yang dicapai di bawah kepemimpinannya, rakyat Solo kembali mempercayakan kepemimpinan kotanya kepada Jokowi, Tak tanggung-tanggung, ia meraih 91% suara.

Gebrakan Jokowi lainnya adalah ketika sukses memindahkan para pedagang kaki lima di seputaran Pasar Solo dengan mulus dan damai. Itu dilakukan lewat lobi mengajak makan siang bersama semua pedagang kaki lima di sana.
Kemudian, pria kelahiran Surakarta (Solo), Jawa Tengah, 21 Juni 1961 itu memerintahkan para satpol PP setempat bersikap ramah dalam menata kota Solo. Atas prestasi itu Jokowi dianugerahi walikota terbaik bidang partisipasi pembangunan masyarakat dari sebuah organisasi di Thailand.
Sejak itu alumnus Fakultas Kehutanan UGM itu terus berkibar. Lewat program mobil nasional yang dirakit para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau dinamai Esemka, Walikota Solo Jokowi “menantang” produsen mobil asal Jepang yang mendominasi penjualan mobil di Tanah Air.

Suami dari Hajjah Iriana dan ayah dari tiga anak, Gibran Rakabuming, Raka Kahiyang dan Ayu Kaesang Pangarep itu sejak lama memiliki kebiasaan blusukan ketika jadi Walikota Solo. Dilanjutkan di Jakarta setelah jadi Gubernur DKI Jakarta. Kesuksesan di Jakarta Lewat Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar dilanjutkan hingga kini setelah jadi Presiden RI, lewat Kartu Indonesia Sehat agar masyarakat miskin punya akses terhadap pengobatan. Kemudian program Kartu Indonesia Pintar yakni wajib belajar 12 dengan bebas biaya dan bebas dari segala pungutan.

Program ekonomi kerakyatan Jokowi didasari dari keberhasilannya menata pedagang di Pasar Klewer, yakni wareg (kenyang), waras (sehat) dan wasis, atau berketerampilan dan berpendidikan). Dalam arti lain, kemandirian ekonomi yang mensejahterakan rakyat.

Di sektor pembangunan usaha mikro, kecil dan menengah dan koperasi harus didorong menjadi soko gurunya ekonomi Pancasila termasuk akan dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif sehingga semakin melengkapi upaya pemerintah dalam memberikan akses yang seluas luasnya kepada pelaku pelaku ekonomi baru.

Ada beberapa sektor strategis yang menjadi titik perhatian Kabinet Indonesia Kerja, yaitu: kedaulatan pangan yang mensejahterakan, kedaulatan energi berbasis kepentingan nasional, restorasi ekonomi maritim Indonesia, penguatan teknologi inovasi. Pembangunan infrastruktur pada gilirannya akan mendatangkan investasi dan memajukan industri maju yang bakal membuka lapangan kerja.

Pemerintahan Presiden Jokowi, melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional telah mendesain konsep ‘Tol Laut’ yang terbagi atas Pelabuhan Internasional, yakni Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bitung.
Pelabuhan Utama sebagai jalur tol laut yang dapat dilalui kapal-kapal besar berbobot 3.000 hingga 10 ribu TeUS, yakni Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, dan Sorong.
Pelabuhan Pengumpul yakni Pelabuhan Banda Aceh, Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Batam, Padang, Pangkal Pinang, Pelabuhan Panjang. Pelabuhan Tanjung Priok, Cilacap, Tanjung Perak, Lombok, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Maloy, Makassar, Bitung, Halmahera, Ambon, Sorong, Merauke dan Jayapura. Pelabuhan Kuala Tanjung, Bitung dan Sorong yang akan dibangun baru. Sedangkan sisanya hanya perluasan atau pengembangan.

Kemudian membangun infrastruktur jalan baru 2000 km, terutama di Sumatera dan luar Jawa. Memperbaiki jalan rusak terutama di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Untuk mengembangkan pasar. Pemerintah membangun 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia. Memperbaiki pasar tradisional yang sudah ada, agar menarik bagi pengunjung dan bisa bersaing dengan mal.
Kemudian membangun agribisnis kerakyatan dengan memberikan dukungan modal. Para petani dan pemuda desa dapat mengembangkan pertanian menjadi moderen.Memberikan kebijakan fiskal dan non-fiskal untuk mendorong investasi di hulu dan menengah. Penanggulangan kemiskinan di pertanian dan dukungan regenarasi bagi petani.

Membangun pusat ilmu pengetahuan dan techno-park di seluruh Indonesia. Indonesia kerja dan Indonesia sejahtera di atas dicapai melalui: reformasi agraria, pembukaan lahan 9 juta hektar bagi petani miskin dan buruh tani, rumah susun bersubsidi dan jaminan sosial menyeluruh.
Untuk mengembalikan jalan ideologi bangsa, Jokowi menjalankan konsep Trisakti. Jalan Trisakti menjadi basis dalam pembangunan karakter bangsa ke depan. Inilah yang disebut Revolusi Mental.
Jokowi-JK juga mencanangkan 9 program (Nawa Cita). Yakni memprioritaskan tercapainya kedaulatan pangan, pembangunan infrasruktur (pertanian, kemaritiman, transportasi), pembangunan manusia (KIP, KIS, Kartu Keluarga Sejahtera) mengingat negara wajib memberikan jaminan kebutuhan mendasar rakyat atas pangan, pendidikan dan kesehatan.

Lantas, setelah lebih dari setahun berkuasa. Bagaimana kinerjanya? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengklaim sejumlah prestasi yang ditorehkan Kabinet Kerja. Pengurangan subsidi BBM tersebut dialihkan untuk sektor produktif. Serta perlahan tapi pasti memberangus mafia migas.
Prestasi kedua, pemerintah melalui kebijakannya mampu mengurangi mafia-mafia minyak dan gas (migas) walaupun masih dalam tahap awal. Ketiga, dalam kurun waktu 90 hari, pemerintah sukses menertibkan aspek kelautan dan kemaritiman Indonesia. Pencurian ikan sebelumnya mencapai Rp 300 triliun per tahun. Dengan ditenggelamkannya beberapa kapal dan kebijakan lain, sudah terasa produksi ikan di beberapa daerah meningkat sangat bagus.

Pemerintah juga telah mengupayakan memaksimalkan potensi laut dalam rangka membangun kembali kekuatan Indonesia sebagai negara maritim (Deklarasi Djuanda, Indonesia adalah negara kepulauan) dengan mengubah orientasi laut sebagai halaman depan hingga ZEE 200 mil melalui instrumen Kementerian Kordinator Kemaritiman, penguatan Badan Keamanan Laut (Bakamla) serta kebijakan yang berpihak kepada nelayan tradisional, memodernisasi alat tangkap dan menenggelamkan kapanl-kapal asing yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia.

Pemerintah dan Badan Koordinasi Penananam Modal (BKPM) juga telah mewujudkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Nasional. Dengan perbaikan ini, investasi di Indonesia akan terasa lebih mudah, hambatan disingkirkan, dan iklim investasi lebih bergairah.

Dalam lawatan ke pertemuan regional dan bilateral di RRT, Korea, Australia, Presiden telah mengundang investor untuk berinvestasi di Indonesia, utamanya di luar Jawa untuk berbagai sektor dalam rangka mempercepat distribusi kesejahteraan karena percepatan pembangunan Indonesia saat ini tidak bisa hanya bergantung dari APBN.

Dari sisi penegakan hukum, dalam rangka menjaga generasi muda dari kehancuran akibat narkoba dan psikotropika, Presiden Jokowi pemerintah tegas mendukung hukuman mati kepada bandarnya.
Di sektor Pertahanan, pemerintah berkomitmen meningkatkan industri pendukung pertahanan yang telah berhasil membuat produk standar internasional seperti Panser Anoa, Senapan Serbu (SS), industri galangan kapal, kerjasama teknologi pembuatan kapal perang dan kapal selam yang kesemuanya itu untuk meningkatkan Alutsista (alat utama sistem pertahanan) untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI darat, laut dan udara.

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi telah mengupayakan aparatur yang efisien dan melayani, menginstruksikan untuk mengoptimalkan gedung-gedung pemerintah untuk melaksanakan kegiatan rapat dan mewajibkan panganan lokal berbahan dasar singkong sebagai menu sajian.

Ini penting untuk mengubah kultur bangsa kita bahwa beras bukalah satu-satunya sumber karbohidrat. Pemerintah juga telah memprioritaskan pembangunan daerah perbatasan yang melibatkan lintas sektoral untuk membuka isolasi dengan pemerintah terdekat. (Reza/Pul/ARH)
Source : 
http://obsessionnews.com/jokowi-tokoh-paling-berpengaruh-di-indonesia/


Menteri Susi P :“School was just not my thing”. Saya selalu punya keyakinan kalau kita mau berbuat sesuatu pasti akan ada jalan,



Menteri Susi P :“School was just not my thing”. Saya selalu punya keyakinan kalau kita mau berbuat sesuatu pasti akan ada jalan,


Susi Pudjiastuti:
Sebarkan pesan ini sebanyak-banyaknya teman Anda, agar kita tetap semangat dan penuh keyakinan dalam menyongsong masa depan;

Saya mengenal dunia usaha sejak remaja. Tepatnya sejak saya memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah tahun 1982. Waktu itu saya baru kelas 2 SMA.

Saya sadar dengan hanya berbekal ijazah SMP, tak akan ada satupun perusahaan yang mau mempekerjakan saya. Kalaupun ada hanya sebatas sebagai cleaning service.

Tapi pada saat itu saya yakin bahwa putus sekolah bukanlah akhir dari segalanya. Meskipun mungkin keputusan itu salah; saya tidak pernah menyesalinya.

Yang saya sangat tahu waktu itu adalah “School was just not my thing”. Saya selalu punya keyakinan kalau kita mau berbuat sesuatu pasti akan ada jalan, saya selalu percaya bahwa manusia diberi pilihan untuk menciptakan jalan hidup yang dipilihnya.

Saya ciptakan sebuah usaha, pekerjaan yang yakin akan menghasilkan uang, di mana akhhirnya saya tidak harus bergantung dengan orang lain.

Saya tidak suka ketergantungan, karena ketergantungan akan mengurangi kemandirian. Tanpa kemandirian kita akan selalu dalam keterbatasan dalam menciptakan atau mengerjakan sesuatu, sehingga akhirnya hasilnya tidak sesuai dengan yang kita rencanakan.

Kehidupan nelayan di Pagandaran dan pesisir Pantai Selatan Jawa, begitu keras dan penuh resiko, dinihari melaut siang/sore baru pulang, setiap hari tidak peduli ombak atau cuaca untuk sebuah keyakinan.

Masa-masa itu untuk bertahan hidup saya jualan Bed Cover, cengkeh, hingga akhirnya menjual ikan hasil tangkapan para nelayan. Pokoknya apa saja yang bisa saya kerjakan akan saya kerjakan.

Ini banyak memberikan kepada saya keyakinan & lebih mengerti makna hidup adalah sebuah keyakinan.

#AYOKERJA #70RI

Susi Pudjiastuti

KITA HARUS MENJAGA INDONESIA SESUAI KE-"BHINEKA TUNGGAL IKA"-AN KITA,



KITA HARUS MENJAGA INDONESIA SESUAI KE-"BHINEKA TUNGGAL IKA"-AN KITA,

KALAU MEMANG CINTA INDONESIA, KITA HARUS MENJAGA INDONESIA SESUAI KE-"BHINEKA TUNGGAL IKA"-AN KITA, HARUS SALING MENGHARGAI SATU SAMA LAIN DAN MENJAGA KEDAMAIAN DI TANAH AIR KITA TERCINTA INDONESIA. DAMAI ITU INDAH DAN RAHMAH.
HENTIKAN UNTUK SALING MENGUMPAT, SALING MENGHUJAT, MENGHINA DAN MEMFITNAH.


Source : FB Didik Muhadi‎


Saturday, August 15, 2015

Witanto Dredeg ATM-nya Berisi Rp 750 Juta

Witanto Dredeg ATM-nya Berisi Rp 750 Juta

surya/miftah faridl
BAHAGIA - Witanto, warga korban lumpur yang menerima pelunasan gelombang pertama, Jumat (14/8/2015).

Witanto Dredeg ATM-nya Berisi Rp 750 Juta

Warga korban LumpurLapindo penerima ganti rugi, Witanto mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Warga Perumahan Renojoyo, Porong itu mengucapkan terima kasih karena ganti rugi yang terkatung selama 9 tahun akhirnya cair.
Guru SMP di sebuah sekolah swasta itu termasuk satu dari puluhan warga yang ganti ruginya cair, Jumat (14/8/2015). "Alhamdulillah, terima kasih semua yang telah membantu kami, khususnya Pak Presiden Jokowi," ujarnya.
Witanto mendapatkan kabar pencairan ini dari temannya sesama korban. Awalnya dia tidak percaya. Witanto lantas mengambil motor dan meluncur ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Setelah mengecek saldo, dada Sutrisno berdebar melihat tulisan Rp 750.000.000.
"Saya ndredeg karena akhirnya perjuangan kami terbayar. Saya langsung menelpon teman-teman lain agar mengecek rekeningnya masing-masing. Saya bangga dan terharu," kata Witanto.
Beberapa teman yang ditelponnya juga mengaku rekeningnya terisi dana ganti rugi dari Bendahara Negara. Namun ada pula yang mengatakan tidak bisa mengetahui karena tidak memiliki ATM. Ada pula yang ATM nya telah kadaluarsa.
Korban lumpur yang dulu bergabung dengan kelompok "Pagar Rekotrak" itu akan langsung membagikan ganti rugi itu kepada sembilan saudaranya.
"Kami 10 bersaudara. Dana ini kami bagi bersama untuk melunas cicilan rumah," kata pria 53 tahun tersebut.

Sumber:
http://surabaya.tribunnews.com/2015/08/14/witanto-dredeg-atm-nya-berisi-rp-750-juta/

Saturday, August 8, 2015

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YG KE 70 thun


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YG KE 70 thun ,, 

MERDEKA
ada yg unik dr angka 17 - 8 - 45 = 70
presiden ke 7
wajah wajah pemimpin yg bersih , jujur dan adil
pitu ,pituduh , pitutur , pitungan ,pitulungan
DUH GUSTI ALLAH ,, NYUWUN SEHAT KAN LAN 
PANJANG UMURE BUAT PEMIMPIN'' KAMI INI ,,
 AAMIIN
Source : FB Ken Dedes Silo‎
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=878186552264113&set=gm.542139769302657&type=1&theater





Yuni Srirejeki Aamiin yra semoga persatuan.kesatuan semangat gotong royong dapat tumbuh kembali sebagaimana yang pernah dilakukan oleh pendahulu NKRI dengan bersatu.bergotong royong saling bahu membahu sejarah kita telah membuktikan RI direbut daei tangam Penjajah bermodalkan keyakinan kepada Tuhan YME.Diperkuat dengan tekad para sesepuh RI paea suhada bersatu dalam kesatuan bergotong royong dengan bersenjatakan bambu runcing berkat tekad kuat keyakinan kuat.dalam kesatuan dan persatuan dlm sependeritaan sepenanggungan dengan gotong royong BAngsa kita bisa merebut RI kedalam pelukan ibu pertiwi .maka unruk kali inipun INdonesia Hebat akan teecapai dengan kesatuan peesatuan serta gotonh royong aamiin .Semoga kemuliaan hati Bapak presiden dalam menata dan membangun NKRi diberi kemudan dan keluatan . Kesaabaram.kesehatan tawakal dan tawadhu aamiinn

Ahok : Satu Sen Pun Jangan Kasih Uang ke Ormas!


Relawan GANTI Pantura Sepakat Ormas Pembacking dan Pemalak Ditertibkan serta Tak Patut Di Kasih Dana
Ahok : Satu Sen Pun Jangan Kasih Uang ke Ormas!
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mengaku menerima keluhan dari lurah dan camat yang kerap diminta "amplop" oleh oknum anggota organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Basuki menegaskan, oknum ormas tidak boleh lagi bertindak semena-mena di Jakarta.
"Mulai hari ini, tidak boleh lagi ada ormas yang jual lapak. Karena Anda berhadapan dengan kami, preman resmi," kata Basuki saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Balai Kota, Jumat (7/8/2015).
Selain itu, ia meminta oknum ormas untuk tidak berlindung di balik TNI/Polri. Sebab, DKI sudah memberi hibah ratusan miliar rupiah kepada dua institusi militer tersebut. Karena hal itu pula, Basuki meminta oknum ormas tidak lagi mengancam kenyamanan warga Jakarta dengan senjata api.
Selain permasalahan tersebut, lanjut dia, oknum ormas juga kerap menguasai lahan parkir liar. "Kalau Anda ribut sama kami, pasti Anda kalah. Duren lawan telur, ya kalah. Saya tidak ingin lagi ormas jadi jagoan di jakarta. Kemarin ada ormas menyerbu MOI (Mall Of Indonesia). Mereka kalau mau berantem, berantem ayo. Tapi, satu sen pun uang jangan dikasih ke ormas kayak begitu," kata Basuki.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta KNPI untuk tidak memelihara ormas. Basuki mengaku lebih baik tidak terpilih menjadi politisi ketimbang harus berutang budi kepada ormas, terlebih jika harus melanggar konstitusi yang berlaku.
"Daripada saya terpilih, saya didatangi orang yang merasa berjasa sama saya. Pas Lebaran, tidak ada yang datang ke saya, karena yang minta uang ke saya, saya usir. Anda minta pulsa Rp 5.000, saya tidak kasih. Kalau Anda SMS, saya minta bantuan tebus ijazah nyangkut sampai Rp 4,5 juta, saya bayarin," kata Basuki.
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/07/21452791/Ahok.Satu.Sen.Pun.Jangan.Kasih.Uang.ke.Ormas

Jokowi : Saya Membawa Uang Triliunan Untuk Mempercepat Pembangunan di Timur

????????????????

Jokowi : Saya Membawa Uang Triliunan Untuk Mempercepat Pembangunan di Timur


Sebagian orang mempertanyakan kunjungan  kerjan Presiden RI Jokowidodo ke sejumlah provinsi di Indonesia Timur seperti Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Apalagi, muncul anggapan bahwa kunjungan itu dilakukan Jokowi tanpa tujuan.
“Ada yang bertanya, ngapain Jokowi ke Indonesia Timur? Ya, ini, saya ini membawa uang triliunan untuk mempercepat pembangunan proyek infrastruktur di wilayah Indonesia bagian Timur,” tegas Jokowi, yang berbicara di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Maluku Utara, saat mencanangkan percepatan pembangunan Kota Baru Sofifi sebagai ibukota provinsi Maluku Utara, Jumat (8/5/2015).
Dalam acara itu, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum M Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Pariwisata Arief Jahya, serta Deputi V Kantor Staf Presiden Bidang Analisa Data dan Informasi Strategis Mayjen TNI Andogo Wiradi.
Menurut Presiden, khusus untuk Maluku Utara, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp 3 triliun. Anggaran itu disiapkan khusus untuk pembangunan pelabuhan dan jalan di Ternate dan Tidore. Ada pun untuk pertanian, disiapkan dana Rp 500 miliar. Demikian juga untuk pariwisata.
“Dalam perjalanan dengan Pak Basuki, kita berbicara memang beberapa program  akan dikerjakan di Maluku Utara. Saya pastikan tahun ini saya pastikan pelabuhan yang di Ternate akan dilakukan besar-besaran selain proyek lainnya,” tegas Jokowi.
“Karena, ya, inilah kita akan membangun dari kawasan timur. Kita tidak punya waktu lagi untuk menunggu. Maka, kita minta dipercepat,” kata dia.
Namun, tambah Presiden, untuk membangun setiap proyek infrastruktur, jangan hanya berpikir jangka pendek. “Tetapi, harus berpikir 50 hingga 100  tahun, dan bukan hanya untuk 5 tahun saja sehingga harus dibuat detil perencanaannya jauh ke depan. Cari segera urban planer yang baik dan gunakan conten local untuk membangunnya,” kata Presiden.

http://britabagus.com/jokowi-saya-membawa-uang-triliunan-untuk-mempercepat-pembangunan-di-timur/

Iwan Fals: Menghina Presiden Menghina Rakyat



Iwan Fals: Menghina Presiden Menghina Rakyat

JAKARTA, kabarjabarnews.com - Musisi legendaris Virginiawan Listanto atau akrab disapa Iwan Fals angkat bicara terkait mengenai adanya kabar seorang Menteri yang telah menghina Presiden Joko Widodo. 

Iwan Fals, musisi penembang lagu balada yang selalu kental dengan kritik sosial lewat lirik lagunya itu pun mengingatkan bahwa siapa-pun yang menghina Presiden berarti menghina rakyat.

"Presiden dipilih DPR, DPR dipilih rakyat, berarti kalau ada yang menghina presiden- nya ya berarti menghina rakyat dong," tulis Iwan Fals di sebuah akun Twitternya @Iwanfals.

Menurut pelantun lagu 'Belalang Tua' itu, seorang Menteri harusnya membantu atasannya, bukan malah menghina presiden. Sebab, menghina Presiden sama saja dengan menghina rakyat.

"Oh iya ya langsung dipilih rakyat, wah ini lebih gawat lagi, Presiden enggak boleh dicolek sembarangan tuh, rakyat bisa ngamuk," ujarnya.

http://kabarjabarnews.com/berita-iwan-fals-menghina-presiden-menghina-rakyat-202.html

Ahok Tak Setuju Koruptor Dihukum Mati, Kenapa?

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Ahok Tak Setuju Koruptor Dihukum Mati, Kenapa?


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpendapat, koruptor seharusnya tidak dihukum mati. Menurut dia, lebih baik koruptor dibuat miskin dan seluruh hartanya disita. Sebab, lanjut dia, koruptor lebih takut miskin dibanding mati.  

"Lebih baik miskinkan semua keluarga mereka yang ketahuan duitnya dari si koruptor. Pasti ketakutan koruptor, mereka mah mana takut mati," kata Basuki di Balai Kota, Kamis (6/8/2015).  

Menurut dia, jika dihukum mati, koruptor masih bisa menggunakan harta "haramnya" untuk menyewa jasa pengacara andal. 

Koruptor itu bisa menggugat status tersangka dan "bermain" dengan para oknum penegak hukum. Jika gugatan ditolak, koruptor tak menyerah menggugat ke instansi hukum lainnya. 

Basuki juga meminta Presiden Joko Widodo bersikap tegas dengan tidak memberi grasi atau pemotongan tahanan kepada narapidana koruptor. 

"Jadi, kalau kamu terbukti korupsi, enggak ada pemotongan tahanan dan enggak boleh pindah-pindah penjara. Karena tiap kali pindah penjara, modusnya tuh pindah satu (penjara), (koruptor) dapat remisi, pindah (penjara) lagi dapat remisi lagi, pindah-pindah penjara terus cari yang sejuk dan enak fasilitasnya. Nanti keluar penjara, dia (koruptor) masih kaya raya," kata penerima Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) tersebut.

Penulis : Kurnia Sari Aziza
Editor : Kistyarini

Source : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/06/11093021/Ahok.Tak.Setuju.Koruptor.Dihukum.Mati.Kenapa.

Monday, August 3, 2015

Presiden Penakluk Puncak Tertinggi

Presiden Penakluk Puncak Tertinggi

Presiden Penakluk Puncak Tertinggi


Pada acara muktamar NU ke-33 di Jombang, ada sebuah moment menarik yang membuat saya tertarik untuk menuliskan ini. Yaitu ketika Presiden Jokowi membungkuk hormat kepada Ibu Sinta Nuriyah Wahid, Istri dari Presiden keempat Indonesia Alm Gus Dur.
A picture is worth a thousand words. Sebuah potret sempurna dari cerminan Islam Nusantara. Seorang Presiden, orang nomer satu, pemimpin ratusan juta rakyat Indonesia, dengan ramah dan senyum santun membungkuk hormat kepada orang yang lebih tua. Dengan songkok dan sarungnya, sangat khas Nusantara dan (mungkin) jarang akan kita temukan di negara lain sekalipun negara yang mendeklarasikan diri sebagai negara Islam.
Adab menghormati orang yang lebih tua adalah bagian dari syariat agama Islam. Bukan hal yang luar biasa, memang sudah seharusnya, namun hal ini menjadi nampak baru karena memang jarang sekali kita lihat. Jangankan sekelas Presiden, bahkan orang yang sedikit kaya, atau katakanlah paling kaya di suatu desa, jarang sekali yang masih mau menundukkan kepalanya terhadap yang lebih tua.
Namun tidak cukup sebagai pemandangan tidak biasa, malah lebih mengkhawatirkan lagi, karena sebagian orang malah mengutuk sikap menghormati orang lebih tua seperti yang pernah dilakukan oleh Presiden Jokowi terhadap Ibu Megawati, Presiden ke-5 RI. Sungkem atau cium tangan itu kemudian dinilai salah, dianggap jongos dan sebagainya.
Hal yang membuat saya cukup prihatin dan miris adalah; karena yang menyalah-nyalahkan, meledek dan bahkan menstempel Presiden Jokowi sebagai babu adalah mereka yang mengaku kader dakwah, bahasanya sok lebih mengerti Islam sehingga dengan entengnya mengkafir-kafirkan orang lain. Andai mereka memang bersyahadat, luar biasa sekali iblis mempengaruhi iman dan otak manusia hanya dengan sedikit emosi kekalahan di masa lalu. Saya jadi semakin mengakui kepandaian iblis, tidak heran dia berhasil mengelabuhi Nabi Adam.
Bagi Jokowi, Megawati adalah sosok yang memberinya jalan untuk menjadi Walikota Solo, Gubernur Jakarta hingga Presiden Republik Indonesia. Selain lebih tua, Megawati adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup seorang Jokowi. Jadi sungkem atau cium tangan seharusnya bukanlah sesuatu yang patut disalahkan, karena sudah sangat sesuai dengan syariat Islam.
Saya saja kalau bertemu dengan orang tua teman, sekalipun baru pertama, meskipun sama sekali belum memberi pengaruh apa-apa, saya tetap sungkem. Apalagi dengan orang tua teman perempuan, secara pribadi rasanya harus sungkem. Buat kamu para perempuan dan kebetulan bertemu dengan orang tua teman lelaki (gebetan), sungkemlah, atau kamu akan segera diblack list dari daftar calon menantu idaman. Hehe.


Muktamar NU ke 33. Sumber: Piyunganonline
Solidaritas Pendaki Gunung
Saya pernah mendaki Semeru dua kali, gunung yang juga pernah didaki Presiden Jokowi saat masih muda. Dari pendakian tersebut saya belajar banyak hal tentang solidaritas dan rendah hati. Gunung yang tinggi menyampaikan pesan bahwa diri ini sangatlah kecil dan tidak ada apa-apanya, hutan belantara yang mencekam mengajarkan kita menurunkan ego dan keangkuhan. Ketika berada di gunung, setiap orang harus saling menjaga, tolong menolong serta responsif. Entah itu pada yang lebih tua, lebih muda, ataupun seumuran.
Sikap responsif Presiden Jokowi ini sepertinya sudah tertanam lama, mungkin karena beliau lebih banyak menaklukkan puncak. Beliau pernah tertangkap lensa wartawan menuangkan air ke gelas Megawati, menuangkan air ke gelas Gubernur Jawa Barat Aher, mengoleskan balsem ke kaki KH Hasyim Muzadi yang mengeluh pegal-pegal, saat itu mereka berada di Bandara Madinah, transit penerbangan menuju Jeddah. 
Bagi kalian yang pernah mendaki gunung, saat ada teman yang mengeluh penat, maka harus segera istirahat menunggu dia mampu berjalan lagi. Jika ada yang mengeluh haus, kita harus spontan mengambilkan air yang biasanya disimpan di saku carrier dan sulit dijangkau jika mengambil sendiri.
Tapi ketika Presiden Jokowi menuangkan air ke gelas Megawati, sebagian orang malah menganggapnya babu, jongos dan seterusnya. Padahal itu adalah bentuk solidaritas dengan orang di sekeliling kita. Karena jangankan dengan yang dikenal baik, terhadap yang baru dikenalpun, sebagai orang Indonesia kita harus bersikap seperti itu.
Zaman mungkin memang sudah berubah. Yang beradab nusantara dianggap aneh dan salah. Maka tidak heran jika ada orang hamil yang tidak mendapat tempat duduk di kereta, atau orang tua dibiarkan berdiri sementara anak-anak mudanya asyik duduk min game di gadget terbarunya.
Tapi Jokowi kan Presiden, masa jadi kayak pembantu?! Justru karena beliau Presidenlah kita seharusnya lebih bisa membuka mata. Beliau tidak mentang-mentang Presiden lantas lepas dari kewajiban bersikap sebagai manusia berakhlak. Jika beliau yang Presiden saja masih mau menghormati orang yang lebih tua, menuangkan air ke dalam gelas, responsif saat orang di sebelahnya mengeluh pegal, mengapa kita yang rakyat jelata tidak bisa bersikap seperti itu?

Sumber: Tribun

Belajar Hidup Sederhana
Seorang pendaki harus cermat memperkirakan berapa jam perjalanan ditempuh, seberapa berat carriernya dan apa saja yang harus dibawa. Semua itu mengedepankan tujuan utama, yakni keselamatan dan puncak. Pendaki tidak akan membawa sesuatu yang tidak penting. Sederhana. Yang penting bugar dan kuat untuk mendaki.
Setelah menjadi Presiden pun ternyata Jokowi masih menunjukkan diri sebagai petualang sejati. Ketika menginap di Gumaya Hotel Tower Semarang, beliau cukup menjawab temulawak, jus orange belimbing dan tengkleng, saat ditanya minta disediakan apa? Jenis minuman yang mampu sedikit memperbaiki stamina serta menambah energi. Tujuannya adalah sehat dan menyelesaikan pekerjaan.
Tentu saja bak langit dan bumi jika dibandingkan dengan Pak Mantan yang minta semuanya bernuansa biru dan kompour di dalam kamar agar si Bu Mantan bisa memasak telur dadar kesukaan Bapak. Sementara Presiden Jokowi masih dengan jiwa petualangnya, makan apa saja yang penting kenyang, dan terpenting membawa minuman penambah stamina. Kalau pendaki biasanya membawa madu, cokelat dan gula merah.
Pencitraan
Banyak rakyat oposisi menyebutnya sebagai pencitraan. Blusukan dibilang pencitraan. Permintaan sederhana dibilang pencitraan. Padahal pencitraan itu memiliki dua sisi. Pak Mantan dengan permintaan serba biru juga bisa disebut pencitraan. Mencitrakan diri sebagai sosok penguasa yang disambut bak raja biru. Mewah, berkelas, dan luar biasa karena sampai harus disediakan kompor dalam kamar.
Katakanlah itu semua adalah pencitraan, tetap saja pencitraan yang layak ditiru, atau sekurang-kurangnya tidak membuat jengah masyarakatnya yang masih serba kekurangan. Saya pribadi sangat mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang mampu menahan diri untuk tetap sederhana sekalipun beliau sangat mampu untuk sedikit 'manja'.
Memaafkan dan Santai
Saya teringat dengan adegan sungkemnya Jokowi yang saat itu menjadi Gubernur DKI Jakarta kepada Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Banyak orang bertanya-tanya apakah itu simbol permintaan maaf seorang Walikota yang ngeyel tidak mau menerbitkan izin pembangunan mall?
“Walikota Solo itu bodoh, kebijakan Gubernur kok ditentang. Sekali lagi saya tanya, Solo itu masuk wilayah mana? Siapa yang mau membangun?” begitu kalimat Bibit Waluyo.
Lalu di kesempatan lain Jokowi dengan santai menjawab “Saya memang bodoh, dari dulu saya itu bodoh. Saya juga heran kenapa rakyat memilih orang bodoh jadi walikotanya sampai dua periode.”
Konflik tersebut memang sempat memanas kala itu dan sudah melibatkan emosi warga Solo. Spanduk besar dibawa bertuliskan "Solo maju karena Jokowi, bukan BW." 
Setahun berlalu, Jokowi datang ke Solo dengan status sebagai Gubernur DKI Jakarta. Bukan lagi sebagai Walikota Solo yang merupakan bawahan Gubernur Jawa Tengah. Sekalipun secara kekuatan Gubernur Jakarta memiliki lebih banyak keistimewaan, namun Jokowi tetap santai dan bisa tersenyum dengan wartawan sekalipun sungkemnya dapat ditafsirkan tidak berhasil meredam amarah Bibit Waluyo yang tanpa sepatah katapun menyapa beliau. BW langsung berjalan di depan dengan kaku, sementara Jokowi berjalan di belakangnya sambil sesekali menyapa wartawan dengan senyumnya.
Bagi yang pernah mendaki, saya yakin ada saja teman yang bersikap menyebalkan, melakukan kesalahan dan sebagainya. Namun kita tetap harus menanggapinya santai agar tetap bisa kembali dengan selamat. Tidak mudah memang, namun hal ini mutlak harus dilakukan. Karena kadang memang ada orang yang emosional serta egois padahal fisiknya lebih lemah, namun tetap saja sekalipun kita lebih kuat, harus bisa sabar dan sopan. Karena seburuk apapun dia tetap teman kita. Begitu juga dengan Jokowi. Saat ditanya wartawan kenapa sungkem? Apakah itu simbol permintaan maaf? Beliau menjawab diplomatis bahwa Bibit Waluyo lebih tua dan pernah menjadi atasannya.
Memang luar biasa. Presiden Jokowi mengajarkan kita untuk tetap sopan dengan yang lebih tua, sekalipun dulunya orang tersebut mencemooh dan mengganggunya. Bisa tersenyum ramah, namun tegas dan sangat berani soal kebijakan publik. Jujur saya belum mampu bersikap seperti itu.
Nekat, Yakin dan Pasrah
Saat dibully karena menuangkan air ke dalam gelas Megawati, beliau tetap menuangkan air ke gelas Aher dalam kesempatan berbeda. Lalu yang terbaru ini beliau membungkuk pada Ibu Sinta Nuriyah Wahid.
Beliau seolah sangat yakin bahwa apa yang dilakukannya sudah benar. Jabatan boleh setinggi langit, namun sikap harus membumi. Tidak kapok untuk tetap sopan dan menunduk terhadap orang yang lebih tua, meskipun beliau Presiden dan orang di depannya adalah rakyat jelata.
Saya juga teringat saat beliau blusukan ke Sinabung dan mengarahkan sendiri lokasi yang ingin dikunjunginya, di luar rencana protokoler yang sudah steril dan diamankan oleh Papampres. Apalagi saat menaiki pesawat komersil ke Singapore untuk menghadiri wisuda anaknya. Sebuah kenekatan yang luar biasa. Saya sendiri sangat mengkhawatirkan keselamatan beliau sebagai Presiden. Mungkin ini pengaruh sering menonton film barat, namun tetap masuk akal jika kemudian terjadi serangan.
Gunung merapi bisa meledak kapan saja, hewan buas seperti harimau dan sejenisnya bisa saja tak sengaja jalan-jalan dan nongkrong di jalur pendakian. Tapi pendaki tetap datang dengan keyakinan dan niat yang kuat untuk melangkah menyapa alam, bertafakur. Begitu juga Presiden Jokowi, beliau tetap datang menyapa masyarakat, mendengar dan melihat secara langsung. Bukan melalui foto-foto atau laporan. Sekalipun beliau pasti tau ada ancaman dan bahaya, tapi seperti seorang pendaki, beliau akan datang dengan segala perlengkapan serta persiapan matang untuk membawa Indonesia ke puncak tertinggi, selayaknya tujuan kedua para pendaki (tujuan utama adalah selamat).
Mungkin itu dulu, rasanya tulisan ini sudah cukup panjang. Sebagai penutup, Tak perlu paham agama dan hafal banyak ayat, anda cukup menjadi orang Indonesia yang memiliki akal dan naluri, untuk sadar dan mengerti bahwa cacian anda terhadap budaya Islam Nusantara yang diterapkan Jokowi adalah sangat salah. Tapi kalau mengaku beragama dan hafal banyak ayat, namun masih menyalahkan, saya juga bingung anda itu makhluk apa sebenarnya? Sementara buat ustad yang termehek-mehek mau meminjam Erdogan setahun saja, sebaiknya beliau membaca lebih banyak lagi soal Erdogan dan Turki. Jangan sampai seperti dulu lagi, sudah membawa nama Allah untuk menggalang emosi (astaghfirullah pengen pilpres lagi), lalu harus menanggung malu karena kurang tabayyun. Harap dicatat, kadang maaf saja tidak cukup untuk menebus kesalahan, lalu sekarang masih berani komentar asal-asalan? #ThinkAgain.



Sumber: Tribun

Source : http://www.kompasiana.com/alanizecson/presiden-penakluk-puncak-tertinggi_55beec19129773f8040abbf8

Saturday, August 1, 2015

Menkeu Sindir Dana Pemda 'Nganggur' di BPD Rp 250 Triliun

Menkeu Sindir Dana Pemda Nganggur di BPD Rp 250 Triliun

Menkeu Sindir Dana Pemda 'Nganggur' di BPD Rp 250 Triliun


Jakarta -Saat ekonomi lesu seperti ini, anggaran pemerintah lewat berbagai program dibutuhkan untuk menggerakan perekonomian. Namun sayangnya, di daerah penggunaan anggaran belum maksimal.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, dirinya menyoroti soal penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah yang tidak maksimal. Uang raturan triliun yang diberikan pemerintah pusat lewat transfer ke daerah, hanya menganggur begitu saja di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

"Saya masih concern soal daerah. Per Mei itu, total dana Pemda di BPD mencapai Rp 250 triliun dan tidak digunakan. Jadi apa yang pemerintah pusat transfer ke daerah itu berhenti di bank daerah. Tidak dibelanjakan," jelas Bambang saat pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di rumah dinasnya, Kompleks Widya Candra, Jakarta, Jumat malam (31/7/2015).

Penimbunan anggaran daerah di BPD ini terus meningkat jumlahnya. Bambang mengatakan, pada Mei 2014 atau setahun yang lalu jumlahnya Rp 130 trilun, lalu pada Desember 2014 mencapai Rp 120 triliun. Sekarang jumlahnya naik jadi Rp 250 triliun.

"Jadi dana menganggur daerah makin banyak. Ini ironis. Di sisi lain kami (pemerintah pusat) mati-matian cari sumber pertumbuhan ekonomi, tapi ini menganggur," kata Bambang.

(dnl/dnl) 

http://finance.detik.com/read/2015/08/01/120329/2980674/4/menkeu-sindir-dana-pemda-nganggur-di-bpd-rp-250-triliun

Kapan Bpk Jokowi dan Ahok memberhentikan MOS di Indonesia ini ???



Kapan Bpk Jokowi dan Ahok memberhentikan MOS di Indonesia ini ???

Satu hal yang sangat disayangkan, telah meninggal salah satu Putera Bangsa adik kami Evan Christopher Situmorang, meninggal karena kecapean akibat MOS yang diadakan di SMP Flora Pondok Ungu Bekasi...Evan dalam kondisi sehat sebelum berangkat MOS, adik kami rajin olah raga, renang, football, bulu tangkis... Tgl 27 dia masih sekolah... 

Guru telepon papanya...suruh jemput ke sekolah katanya anaknya sakit...suruh dibawa ke puskesmas medan satria...disuruh pulang lagi krn butuh istirahat. Dua hari dia dirumah..kemarin kejang2...dibawah ke rumah sakit tapi rumah sakit pertama menolak...alasan ngak ada alat...dia dibawa ke rumah sakit citra dijalan dah lewat..bye..adik Evan Situmorang...Tuhan berkati...#mendikbud#

Bapak Anisbaswedan kami mohon untuk di hapuskan MOS dari sekolah...isikanlah ilmu yang bermanfaat bagi anak anak yang sudah kami lahirkan dan besarkan sedari kecil, hingga kelak mereka besar, bisa berguna bagi bangsa ini..

Selamat Jalan Evan Christopher Situmorang...Tuhan bersamamu kini

Source : Selly Christina Siregar