Latest News

Showing posts with label Menteri. Show all posts
Showing posts with label Menteri. Show all posts

Tuesday, May 3, 2016

Rizal pun meminta Menteri Susi meningkatkan kampanye agar masyarakat banyak mengkonsumsi ikan.

AKIBAT SUPLAI BERLEBIHAN, HARGA IKAN JADI TURUN
Meskipun perairan Indonesia bersih dari kapal ilegal asing, harga ikan menjadi anjlok akibat suplai berlebihan. "Akibatnya harga ikan turun", protes Rizal Ramli ke Menteri Susi
____________________________________
Sejak menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah menenggelamkan ratusan kapal ilegal asing. Hal itu membuat pasokan ikan di dalam negeri meningkat tajam.
Untuk itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli memprotes kinerja Susi selama ini. Meskipun perairan Indonesia bersih dari kapal ilegal asing, harga ikan menjadi anjlok akibat suplai berlebihan.
"Akibatnya harga ikan turun," ujar Rizal di gedung BPPT 1, Jakarta, Selasa (3/5/2016).
Rizal memberi contoh di Sibolga, tangkapan ikan awalnya 200 ton per hari. Sejak Menteri Susi melakukan pembasmian terhadap penangkapan ikan ilegal, pasokan bertambah 400 ton.
"Ikan banyak sekali sekarang di dalam negeri. Ikan segar di Jakarta juga biasanya jarang sekarang banyak sekali," ungkap Rizal.
Rizal pun meminta Menteri Susi meningkatkan kampanye agar masyarakat banyak mengkonsumsi ikan.
Selain itu Rizal berharap pasokan ikan di dalam negeri banyak yang bisa diekspor agar tidak terlalu banyak suplai dan meningkatkan pendapatan dalam negara.
"Kampanye supaya orang Indonesia lebih banyak makan ikan, karena protein banyak dan nggak ada risiko kanker. Kedua, bagaimana ekspor ikan legal bisa ditingkatkan," papar Rizal. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Tuesday, April 5, 2016

Soal Reklamasi, Susi: Ahok itu Gubernur yang Hebat!

Soal Reklamasi, Susi: Ahok itu Gubernur yang Hebat!

 Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menilai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai sosok Gubernur yang hebat.

Mengenai isu reklamasi teluk Jakarta, Susi mengatakan akan membeberkannya secara komprehensif sore nanti di salah satu stasiun televisi swasta.

“Pak Ahok gubernur yang hebat. Kalau ada kesalahan-kesalahan izin, itu bisa diselesaikan dan juga persyaratan-persyaratan apa yang harus dilakukan dalam reklamasi tentunya bisa dilakukan,” ujarnya, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (5/4).

href="http://www.rakyat.win/2016/04/setelah-dipecat-fahri-hamzah-terima-sms.html" target="_blank">Setelah Dipecat Fahri Hamzah Terima SMS dari Eks Pimpinan KPK, Ini Isi SMSnya

Namun, ia baru akan menjelaskan nanti sore dengan lebih terperinci agar hal ini tidak dipolitisasi untuk kepentingan tertentu.

Bicara reklamasi, ia menilai panjang ceritanya. Oleh karena itu, ia sangat berhati-hati dan akan mempersiapkan data secara lengkap sebelum membukanya secara gamblang.

Meski memuji Ahok sebagai gubernur yang hebat, Susi mengatakan, apabila ada hal-hal yang mesti dibetulkan, sudah seharusnya diperbaiki bersama sebagai bagian dari pemerintah.

Baca Juga : Setelah Dipecat, Fahri Hamzah ungkit kasus LHI & video porno di paripurna

“Dan persyaratan apa yang harus dilakukan developer tentunya juga harus. Jadi jangan dipolitisasi. Pak Ahok itu gubernur yang telah membuat perubahan. Kalau ada kesalahan, ya diselesaikan bersama. Nanti sore akan saya jawab,” lanjutnya.



Sumber: republika.co.id


Thursday, March 24, 2016

Menkeu Klaim Punya Data Rekening Orang Indonesia di Luar Negeri

Menkeu Bambang Brodjonegoro

Menkeu Bambang Brodjonegoro

Menkeu Klaim Punya Data Rekening Orang Indonesia di Luar Negeri


Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengklaim sudah punya data mengenai rekening orang Indonesia di luar negeri. Ia berharap, dengan skema yang akan diterapkan, yaitu pengampunan pajak, rekening tersebut bisa kembali ke Indonesia, atau paling tidak dideclare secara tegas.
“Kami sudah tahu bagaimana polanya. Polanya biasanya dibentuk Special Purpose Vehicle (SPV) , atau SPV, yang ada di berbagai tempat di dunia, yang paling populer untuk Indonesia adalah British Virgin Islands. Nah dari situ kemudain SPV-SPV tersebut menyimpan uangnya di salah satu negara,” papar Menkeu kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3) petang.
Menkeu mengaku sudah mengidentifikasikan, baik bank-nya maupun rekeningnya. Ia menyebut, bahkan di salah satu negara ada rekening lebih dari 6000 Warga Negara Indonesia (WNI) punya rekening di negara tersebut. Dan kemudian ada 2000 SPV yang  terkait dengan 6000 nama WNI tersebut.
Tentunya, lanjut Menkeu, uang yang disimpan di sana belum tercatat sebagai aset yang dilaporkan di dalam SPT (Surat Pemberitahuan) tahunan pajak.  “Tentunya ini adalah bagian nanti yang kita kejar,” kata Menkeu seraya berharap pemilik uangnya dengan sukarela nanti melaporkan atau ikut di dalam program pengampunan pajak yang akan dilakukan pemerintah nantinya.
Klaim Rugi
Dalam kesempatan itu, Menkeu Bambang Brodjonegoro menyampaikan, ada hampir 2000 PMA (Penanaman Modal Asing) di Indonesia yang selama 10 tahun tidak membayar pajak karena selalu mengklaim dirinya rugi. Padahal, lanjut Menkeu, menurut perhitungan atau pemeriksaan pajak harusnya perusahaan tersebut rata-rata membayar paling tidak Rp 75 miliar setahun.
“Jadi ada dalam 10 tahun kita kehilangan hampir Rp 100 triliun hanya dari 2000, 1900 sekian PMA yang ternyata tidak complain. Ini adalah juga bagian dari penggelapan pajak yang harus dibereskan,” papar Menkeu.
Bambang juga mengemukakan, ternyata pembayar pajak kita yang punya lebih dari satu sumber pandapatan itu hanya 5 juta WP (wajib Pajak). Dan dari 5 juta WP itu hanya 900.000 yang benar-benar membayar,  dan sumbangannya cuma hampir Rp 9 triliun. “Artinya, kembali lagi, ada unsur ketidakpatuhan juga di dalam pembayar pajak pribadi,” ujarnya.
Hal-hal itulah, lanjut Menkeu, yang nanti akan menjadi perhatian pemerintah. Di samping itu tentunya kerjasama di antara Dirjen Pajak dan PPATK, karena PPATK mempunyai data-data terkait transaksi.
Sebelumnya Menkeu Bambang Brodjonegoro mengingatkan, bahwa data ini semakin terbuka, semakin transparan. Sehingga memang perlunya melakukan koordinasi mengenai data dan pemanfaatan IT (teknologi informasi).
Ia menyebutkan, IT yang nanti akan dikembangkan, khususnya di Dirjen Pajak dan Bea Cukai adalah Integrated IT system. Yang langsung mengkonek, tentunya semua data yang dibutuhkan dan bisa langsung mengecek, terutama kalau transaksinya misalkan di Kepabeanan, bisa langsung lihat implikasinya terhadap pajak. Demikian juga nanti sistemnya itu bisa menangkap segala macam transaksi yang terjadi di Republik ini, terutama yang terkait dengan jual beli. (FID/RAH/ES)
http://setkab.go.id/menkeu-klaim-punya-data-rekening-orang-indonesia-di-luar-negeri/

Saturday, September 5, 2015

Menteri Susi Bagi-bagi 5.000 Kapal Rp 4,7 T ke Nelayan Tahun Depan

Menteri

Menteri Susi Bagi-bagi 5.000 Kapal Rp 4,7 T ke Nelayan Tahun Depan

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan dipimpin Susi Pudjiastuti berencana memberikan bantuan kapal tangkap ikan kepada nelayan tahun depan. Total kapal yang dibagikan sebanyak 5.000 unit dengan berbagai ukuran.

"Kami mau bikin 5.000 kapal. Ini akan dibagikan ke nelayan," kata Sekjen Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), Syarief Widjaja, usai pertemuan tertutup dengan Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Pejabat Eselon I KKP di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (5/9/2015).

Kapal tersebut dianggarkan untuk tahun depan dengan total alokasi dana Rp 4,7 triliun. "Itu dalam rangka 2016. Sekarang, kami mulai siap-siap," ujarnya.

Nanti, kapal bantuan tersebut akan diserahkan langsung kepada nelayan. Untuk ukuran, kapal gratis ini akan disesuaikan dengan kebutuhan nelayan di setiap daerah. Langkah ini dilakukan karena KKP belajar dari bantuan kapal periode lalu. Nelayan pernah menolak kapal ikan berbobot 30 Gross Tonnage (GT) karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan.

"Kami akan survei langsung ke nelayan," ujarnya.

Dalam pengadaan kapal-kapal ini, Syarief mengatakan, KKP akan menggandeng seluruh galangan kapal di tanah air untuk membangun 5.000 kapal tangkap ikan. "Galangan kapal diundang semua. Karena banyak kapalnya. Seluruh Indonesia yang bikin," tuturnya.

Sumber   :   finance.detik.com

Monday, August 24, 2015

Ekonomi Sedang Krisis, Presiden Nilai Tak Elok DPR Bangun Gedung Baru

Ekonomi Sedang Krisis, Presiden Nilai Tak Elok DPR Bangun Gedung Baru


Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan, hingga saat ini, Presiden masih meminta agar rencana pembangunan tujuh proyek Kompleks Parlemen dikaji kembali. Kondisi ekonomi, menurut dia, harus turut dijadikan pertimbangan dalam melakukan kajian.
"Presiden beri arahan minta dikaji kembali karena dalam kondisi krisis ekonomi seperti ini, tidak elok bila kemudian beban negara yang seharusnya bisa digunakan di tempat lain menjadi apa yang direncanakan," kata Pramono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2015).
Pramono menambahkan, tujuh proyek ini juga tidak masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja negara tahun lalu. Menurut Pramono, hal tersebut yang menyebabkan Presiden menolak menandatangani prasasti pembangunan tujuh proyek seusai acara rangkaian sidang tahunan DPR pada 14 Agustus lalu.
Saat itu, Ketua DPR Setya Novanto dalam pidatonya meminta Jokowi untuk menandatangani prasasti tujuh proyek itu. Prasasti juga sudah disiapkan di Museum DPR, yang menjadi salah satu tempat yang akan dibangun ulang. Namun, Jokowi hanya meninjau lokasi museum tanpa menandatangani prasasti yang telah disiapkan.
"Tentunya tidak boleh Presiden sebagai kepala pemerintahan melakukan sesuatu yang suatu hari bisa timbulkan pertanyaan dari publik," ucapnya.
Tujuh proyek yang akan dibangun DPR ialah pembangunan museum dan perpustakaan, alun-alun demokrasi, jalan akses bagi tamu ke Gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian legislasi, pembangunan ruang anggota dan tenaga ahli, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR.
Tujuh proyek itu disebut akan menghabiskan dana sebesar Rp 1,6 triliun. Angka tersebut muncul atas perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum. (Baca: Tujuh Proyek DPR Akan Habiskan Dana Rp 1,6 Triliun)


Penulis: Ihsanuddin
Editor: Fidel Ali Permana

Source : http://nasional.kompas.com/read/2015/08/24/18282211/Ekonomi.
Sedang.Krisis.Presiden.Nilai.Tak.Elok.DPR.Bangun.Gedung.Bar
u

Saturday, August 22, 2015

Saya optimistis produksi kepiting, rajungan dan lobster dalam negeri akan membaik.



Saya optimistis produksi kepiting, rajungan dan lobster dalam negeri akan membaik.

Sebarkan pesan ini ke sebanyak-banyaknya teman Anda:

Sejak tahun 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengeluarkan peraturan tentang larangan menangkap serta menjual lobster, kepiting dan rajungan yang sedang bertelur. Mengapa?

Peraturan tersebut kita buat karena setiap tahun produksi dalam negeri dan ekspor terus menurun. Kepiting dan lobster yang seharusnya berkembang biak, jus
tru dijual dan dikonsumsi.

Kalau saya tidak berani keluarkan aturan, 5 tahun lagi kepiting dan rajungan akan habis, begitu juga dengan lobster. Sebelum semua terlambat lebih cepat lebih baik.

Saya optimistis produksi kepiting, rajungan dan lobster dalam negeri akan membaik. Ini akan mampu mendongkrak produksi dalam negeri dan mampu memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha.

Saya ambil contoh Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai salah satu daerah pengekspor lobster terbesar di Indonesia. Rata-rata, NTB mengekspor 5 juta ekor lobster dengan bobot 20 gram per ekor atau ukuran kecil dalam kurun waktu satu tahun ke Vietnam. Lobster tersebut dihargai Rp 100 ribu per kilogram.

Harga baby lobster tadi hanya Rp 100 ribu per kilogram. Kalau itu ditunggu besar, dengan ukuran 300 gram dikalikan 5 juta ekor dengan harga Rp 500 ribu per kilogram, maka jadi lebih besar untungnya bagi kita.

Coba bayangkan kalau kambing betina bunting, lalu disembelih: bagaimana kambingnya bertambah? Ini memang berat, tapi toh lobster itu tidak akan ke Australia. Diam aja di situ. Tidak kemana-mana. Apa harus dikasih makan di laut, kan tidak juga.

Saya tegaskan, saya tidak melarang bisnis lobster dan kepiting. Namun yang kita larang adalah penangkapan kepiting, rajungan dan lobster yang bertelur untuk diperjualbelikan. Jadi, setelah kepiting telurnya lepas, ia boleh ditangkap.

Ketika saya mengeluarkan kebijakan ini, banyak orang yang pro dan kontra. Bahkan saya dimaki-maki lewat media sosial. Ada juga yang mengancam lewat SMS akan menyantet saya tujuh turunan. Tapi saya tetap memegang komitmen untuk menjaga keberlanjutan laut kita, juga meningkatkan produksi hasil laut.

Tidak menangkap satu kepiting bertelur berarti kita telah mengembalikan banyak sekali kepiting.

Kita belum terlambat..


#AYOKERJA

Jalesveva Jayamahe!

Foto: lobster di Tanjung Batu, Berau, Kalimantan Timur

http://susipudjiastuti.org/

Wednesday, August 19, 2015

Menteri Susi P :“School was just not my thing”. Saya selalu punya keyakinan kalau kita mau berbuat sesuatu pasti akan ada jalan,



Menteri Susi P :“School was just not my thing”. Saya selalu punya keyakinan kalau kita mau berbuat sesuatu pasti akan ada jalan,


Susi Pudjiastuti:
Sebarkan pesan ini sebanyak-banyaknya teman Anda, agar kita tetap semangat dan penuh keyakinan dalam menyongsong masa depan;

Saya mengenal dunia usaha sejak remaja. Tepatnya sejak saya memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah tahun 1982. Waktu itu saya baru kelas 2 SMA.

Saya sadar dengan hanya berbekal ijazah SMP, tak akan ada satupun perusahaan yang mau mempekerjakan saya. Kalaupun ada hanya sebatas sebagai cleaning service.

Tapi pada saat itu saya yakin bahwa putus sekolah bukanlah akhir dari segalanya. Meskipun mungkin keputusan itu salah; saya tidak pernah menyesalinya.

Yang saya sangat tahu waktu itu adalah “School was just not my thing”. Saya selalu punya keyakinan kalau kita mau berbuat sesuatu pasti akan ada jalan, saya selalu percaya bahwa manusia diberi pilihan untuk menciptakan jalan hidup yang dipilihnya.

Saya ciptakan sebuah usaha, pekerjaan yang yakin akan menghasilkan uang, di mana akhhirnya saya tidak harus bergantung dengan orang lain.

Saya tidak suka ketergantungan, karena ketergantungan akan mengurangi kemandirian. Tanpa kemandirian kita akan selalu dalam keterbatasan dalam menciptakan atau mengerjakan sesuatu, sehingga akhirnya hasilnya tidak sesuai dengan yang kita rencanakan.

Kehidupan nelayan di Pagandaran dan pesisir Pantai Selatan Jawa, begitu keras dan penuh resiko, dinihari melaut siang/sore baru pulang, setiap hari tidak peduli ombak atau cuaca untuk sebuah keyakinan.

Masa-masa itu untuk bertahan hidup saya jualan Bed Cover, cengkeh, hingga akhirnya menjual ikan hasil tangkapan para nelayan. Pokoknya apa saja yang bisa saya kerjakan akan saya kerjakan.

Ini banyak memberikan kepada saya keyakinan & lebih mengerti makna hidup adalah sebuah keyakinan.

#AYOKERJA #70RI

Susi Pudjiastuti

Thursday, July 30, 2015

Disetujui Obama, Ekspor Ikan RI ke AS Bebas Bea Masuk

Disetujui Obama, Ekspor Ikan RI ke AS Bebas Bea Masuk

Disetujui Obama, Ekspor Ikan RI ke AS Bebas Bea Masuk


Jakarta -Kerja keras Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti memberantas penangkapan ikan ilegal alias illegal fishing berbuah manis. Bahkan memberi dampak yang positif bagi perekonomian nasional.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan Saut P. Hutagalung ‎menjelaskan, dampak poitif yang dirasakan adalah disetujuinya pembaharuan dan perpanjangan skema Generalized System of Preference (GSP) oleh ‎Presiden Barack Obama dengan persetujuan Senat Amerika Serikat (AS).

GSP merupakan skema khusus dari negara-negara maju yang menawarkan perlakuan istimewa non-timbal balik seperti tarif rendah atau nol kepada impor produk yang berasal dari negara-negara berkembang.

"Indonesia termasuk yang mendapatkan fasilitas GSP dari Amerika. Ikan kita bisa masuk ke Amerika tanpa kena bea masuk," ujar dia ditemui di Rumah Dinas Menteri Susi, Jakarta, Kamis (30/7/2015).
‎
Tanpa ada GSP, harga produk perikanan suatu negara yang masuk ke pasar perikanan Amerika akan dikenakan bea masuk sekitar 0,5-15%, yang secara otomatis membuat harga jual produk tersebut lebih mahal.

Dengan pemberlakuan skema ini, maka produk perikanan Indonesia bisa bersaing dari segi harga dengan produk serupa dari negara lain di pasar perikanan negara Paman Sam tersebut.
‎
"Hal ini akan menjadi peluang yang sangat baik bagi eksportir perikanan Indonesia karena melalui skema tersebut sejumlah produk perikanan Indonesia, seperti kepiting beku, ikan sardin, daging kodok, ikan kaleng, lobster olahan, rajungan dan dibebaskan dari tarif bea masuk atau dengan kata lain dikenakan tarif 0%. Besarnya penurunan tarif antara 0,5 – 15 %," pungkas dia.


(dna/rrd) 

Source : http://finance.detik.com/read/2015/07/30/163913/2979315/4/disetujui-obama-ekspor-ikan-ri-ke-as-bebas-bea-masuk?f9911013

Sunday, May 31, 2015

Susi Janji Data KKP Akan Terbuka untuk Publik



Susi Janji Data KKP Akan Terbuka untuk Publik 

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Susi Pudjiastuti, berjanji akan mempublikasikan seluruh data yang dimiliki kementerian. Hal tersebut demi mendukung keterbukaan informasi publik (KIP), sehingga masyarakat secara luas dapat mengerti dan memahami hasil serta persoalan yang ada dalam kementerian.
"Semua data KKP. Data kapal, program, dan anggarannya kita publish milik publik. Jadi Anda semua bisa ikut mengawasi. Bisa dilihat semuanya oleh publik," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2014).
Terkait rapat gabungan antara perekonomian dan kemaritiman, tambahnya, Bos Susi Air ini telah membeberkan data nelayan yang ada di Indonesia. Selain itu, orang tua tunggal dari tiga anak ini juga menyampaikan ide dan kebijakan untuk para nelayan kecil yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
"Kita tadi sudah telurusin nelayan kecil dan nelayan pesisir. Kita punya ide yang sangat bagus, dan mudah-mudahan bisa kita laksanakan segera," pungkasnya.

Thursday, May 21, 2015

Ketika Menteri Susi Merinding...

KOMPAS.com/YOGA SUKMANAMenteri Kelautan dan Kelautan Susi Pudjiastuti menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (18/5/2015)

Ketika Menteri Susi Merinding...

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar konferensi pers mengenai pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan triwulan 1-2015 di Kantor KKP, Jakarta, Senin (18/5/2015). Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin pun diundang untuk memaparkan perkembangan sektor kelautan dan Perikanan tersebut. 

Namun ditengah pemaparan Suryamin, Menteri Kelautan dan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti tiba-tiba kaget. Ia mengaku merinding mendengar pemaparan Suryamin. "Ini luar biasa, merinding saya ini," ujar Susi. 

Ia bahkan langsung terlihat berbincang-bincang usai mengetahui fakta yang baru ia ketahui itu. Sebenarnya, yang membuat Susi kaget ialah hasil sensus pertanian 2013 yang dilakukan BPS. Dalam sensus tersebut juga mengungkap adanya penurunan jumlah nelayan dari tahun 2003 hingga 2013. 

Nah, hal spesifik yang membuat Susi kaget itu penurunan jumlah nelayan selama 10 tahun. Pada tahun 2003 jumlah nelayan Indonesia berjumlah 1,6 juta rumah tangga, namun pada 2013 jumlah rumah tangga nelayan tinggal 864.000. 

"Saya enggak kepikir bapak (Suryamin) menghitung nelayan, saya kaget juga. Bahwa itu drastis hilang itu satu hal yang kita mestiawareness," kata dia. 

Lebih lanjut kata dia, indikasi menurunya rumah tangga nelayan itu diperkirakan karena hasil tangkapan ikan juga semakin berkurang. Susi yakin itu ada kaitannya dengan illegal fishing. Meski begitu, ia juga mengetahui ada ratusan perusahaan ikan yang bangkrut dalam sepuluh tahun itu.

Source : 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/05/18/173900426/Ketika.Menteri.Susi.Merinding.

Thursday, May 7, 2015

Menhub resmikan pelayaran tol laut Bandarlampung-Surabaya

Menhub resmikan pelayaran tol laut Bandarlampung-Surabaya

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan (ANTARA FOTO/Saptono)

Menhub resmikan pelayaran tol laut Bandarlampung-Surabaya

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meresmikan trayek tetap dan teratur jalur tol laut Pelabuhan Panjang Bandarlampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pulang pergi, di Pelabuhan Panjang, Rabu petang, ditandai dengan operasional kapal ro-ro yang melayani pelayaran ini.

Trayek tetap dari Pelabuhan Panjang-Tanjung Perak ini menggunakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Persada III sebagai kapal angkut kendaraan dan orang, dengan kecepatan maksimal 16 knot.

Kapal ini memiliki panjang 151 meter, dan dapat menampung 200 unit truk ukuran sedang. Pelayaran Bandarlampung-Surabaya ditempuh selama sekitar 29 jam.

Menurut Menhub Jonan, dengan memanfaatkan jalur pelayaran tol laut ini, distribusi barang antarpulau dapat dihemat biayanya dan waktu lebih cepat, sehingga waktu tempuh Bandarlampung-Surabaya bisa dihemat hingga 74 persen dari waktu normal yang mencapai empat hari perjalanan.

Begitupula biaya operasional truk pengangkut barang dapat ditekan hingga 55 persen lebih murah dibandingkan menggunakan perjalanan darat.

Kapal ro-ro (roll on roll off) yang melayani trayek tetap pelayaran Pelabuhan Panjang-Tanjung Perak itu, akan beroperasi setiap tiga hari satu kali perjalanan. Ke depan akan ditambah lagi satu unit kapal pada jalur pelayaran ini, sehingga pengangkutan bisa lebih banyak dilakukan.

Adapun tarif jasa pelayaran, dibuat bervariasi dengan kisaran antara Rp3,5 juta hingga Rp10 juta untuk setiap kendaraan pengangkut barang tergantung panjang dan berat beban kendaraannya. Sedangkan tarif penumpang manusia berkisar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per penumpang.

Menurut Menhub, pengelolaan kapal pada jalur tol laut ini sepenuhnya dijalankan oleh pihak swasta, yaitu PT Atosim Lampung.

Diharapkan sistem moda angkutan laut Short Sea Shiping ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa dan Sumatera, serta dapat menurunkan beban kendaraan yang melalui jalur darat dari Lampung.

Menhub menegaskan bahwa cara baru transporati melalui laut ini merupakan tol laut yang pertama beroperasi di Indonesia.

Jonan mengingatkan tantangan paling besar melaksanakan program tol laut ini adalah masalah jadwal pelayaran yang harus semakin sering dan cepat dibandingkan jalur darat, sehingga pengelolaannya harus memperhatikan pengaturan jadwal penyeberangannya.

Kapal ro-ro ini memiliki restoran/kantin serta sejumlah fasilitas lainnya bagi para penumpang untuk memberikan kenyamanan selama dalam pelayaran.
Editor: Tasrief Tarmizi
Source : http://www.antaranews.com/berita/494792/menhub-resmikan-pelayaran-tol-laut-bandarlampung-surabaya?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news

Saturday, May 2, 2015

Menteri Susi ke tentara AS: Mungkin Anda tidak bisa secerdik kita

Menteri Susi ke tentara AS: Mungkin Anda tidak bisa secerdik kita

Kapal perang Amerika USS Sampson. ©USA Today

Menteri Susi ke tentara AS: Mungkin Anda tidak bisa secerdik kita


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menceritakan kisahnya di mana kerap mendapat pujian dunia internasional atas aksinya menjaga kedaulatan laut Indonesia. Salah satunya, menurut Susi, datang dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Amerika Serikat.

Kasal AS, lanjutnya, kagum dengan aksi pemberantasan penangkapan ikan ilegal. Dengan bangga, Menteri Susi mengaku kepada Kasal AS bahwa Indonesia negeri yang cerdik untuk menjaga kedaulatan. "Saya bilang, mungkin Anda (Kasal AS) tidak bisa secerdik kita. Kita untuk menegakkan kedaulatan, go to hell, dilawan," kata Susi di Jakarta, Rabu (29/4).

Walau banyak mendapat pujian, Susi mengaku juga banyak ucapan sentimen terhadap kebijakannya. Diantaranya menghancurkan kapal asing ilegal. Namun, perihal masalah itu pihaknya tidak pernah khawatir.

Susi menyebut, sikap tegas menghancurkan kapal asing itu sudah sesuai peraturan. "Ya boleh (menghancurkan kapal asing). Ini undang-undang kita, teritorial kita," tegasnya.

Berbagai pujian internasional itu, lanjut Susi, menunjukkan bahwa KKP sudah berubah dibanding dibanding saat dipegang pemimpin sebelumnya. "Ini menandakan kita mampu mengerjakan tugas," terangnya.
[bim]
Source : http://www.merdeka.com/uang/menteri-susi-ke-tentara-as-mungkin-anda-tidak-bisa-secerdik-kita.html

Friday, May 1, 2015

Gara-gara Gebrakan Menteri Susi, Permintaan Ikan RI ke AS dan Eropa Naik Tajam

Gara-gara Gebrakan Menteri Susi, Permintaan Ikan RI ke AS dan Eropa Naik Tajam


Gara-gara Gebrakan Menteri Susi, Permintaan Ikan RI ke AS dan Eropa Naik Tajam


Jakarta -Dunia internasional memberikan apresiasi pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Apresiasi ini diberikan karena sukses menata ulang regulasi, dan penanganan terhadap perikanan dan keluatan RI. Misalnya penenggelaman kapal yang melakukan pencurian ikan (illegal fishing) dan pemulangan pemulangan ABK korban perbudakan di Benjima.

"Semua orang apresiasi kebijakan KKP. Pasar sangat bereaksi positif tentang arah kebijakan, terutama penangkapan dan penenggalaman, pembakaran kapal. Kemudian penanganan perbudakan," kata Irjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Saut P. Hutagalung ditemui di gedung Mina Bahari III, KKP, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2015).

Akibat langkah tegas pemerintah Indonesia dalam mengambil kebijakan dan melakukan penindakan tersebut, membuat permintaan produk ikan asal Indonesia meningkat. Hal ini diceritakan oleh Saut pasca mengikuti pada acara European Tuna Conference di Brussel.

"Permintaan produk perikanan Indonesia naik tajam. Bagaimana para eksportir manfaatkan momentum ini," jelasnya.

Di dalam negeri, stok ikan laut makin banyak pasca dikeluarkannya regulasi dan aksi tegas oleh Menteri Susi. Di lain sisi, produsen ikan asal Filiphina dan Thailand yang selama ini memperoleh dan menangkap ikan dari perairan Indonesia, mengalami masalah dalam pasokan ikan. Akibatnya pembeli utama, yakni Amerika, Eropa, hingga Jepang memilih datang langsung ke Indonesia untuk memperoleh produk ikan.

"Banyak buyer datang ke sini seperti dari AS dan Eropa," jelasnya.

(feb/rrd) 

Source :
http://finance.detik.com/read/2015/04/30/142817/2902559/4/

Tuesday, April 14, 2015

Salah Satu Menteri Kebanggaan www.SayaJawab.Blogspot.com


Salah satu menteri kebanggan Rakyat Indonesia
Memiliki Prestasi Luar Biasa
Pekerja Keras
Sangat Membela Rakyat Kecil
Ramah
Rendah Hati 
Pintar
Sangat Fasih Bhs Inggris
Cinta Akan Tanah Air RI
MENTERI PILIHAN JOKOWI
JOKOWI DAPAT MEMBAWA 
REPUBLIK INDONESA
KEPADA 
KEJAYAAN SRIWIJAYA.




Saturday, March 21, 2015

Pak Jokowi memang pinter milih menteri... Bu Susi memang hebring !


'Pak Jokowi memang pinter milih menteri... Bu Susi memang hebring ! (y) Contoh suri tauladan bagi kaum hawa di Indonesia (termasuk saya :) )  KEREN GAK! Amazing banget kan ibu Susi yang cuma tamatan SMP bisa kasih kuliah di Stanford University Amerika Serikat tentang maritim. Gak cuma itu, habis itu terus ke kantor Google belajar aplikasi yang bisa mengawasi perairan Indonesia. Jadi pengen ketawa kalau inget dengan Pakar kemaritiman indonesia lainnya yang lulusan tinggi tapi jeblok otaknya. http://www.centerforoceansolutions.org/news-stories/indonesia%E2%80%99s-fisheries-minister-leads-way-ocean-sustainability'

Suber dari Facebook:
Pak Jokowi memang pinter milih menteri... Bu Susi memang hebring ! like emotikon
Contoh suri tauladan bagi kaum hawa di Indonesia (termasuk saya smile emotikon )
KEREN GAK! Amazing banget kan ibu Susi yang cuma tamatan SMP bisa kasih kuliah di Stanford University Amerika Serikat tentang maritim. Gak cuma itu, habis itu terus ke kantor Google belajar aplikasi yang bisa mengawasi perairan Indonesia. Jadi pengen ketawa kalau inget dengan Pakar kemaritiman indonesia lainnya yang lulusan tinggi tapi jeblok otaknya.
http://www.centerforoceansolutions.org/…/indonesia%E2%80%99…


Story: Indonesia’s Fisheries Minister 
leads the way to Ocean Sustainability

Susi Pudjiastuti, Indonesia’s Minister of Maritime Affairs and Fisheries, has built up quite a reputation based on her outgoing, no-nonsense attitude and far-reaching success as a female entrepreneur—not to mention her tattoos. She flies planes, founded a charter airline company and seafood export business, and considers herself an environmental and social activist.  
The Center for Ocean Solutions hosted an event this week as part of Susi’s Ministerial visit to the U.S., which was sponsored by the David and Lucile Packard Foundation. Susi spoke to a packed crowd at Hopkins Marine Station of Stanford University in Monterey, CA about her role in managing Indonesia’s oceans. She said that her mission as Minister is to increase Indonesia’s seafood exports while curbing illegal and unsustainable fishing.  Her government’s main goals are sovereignty, sustainability and prosperity.
(Google Translate:Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, telah membangun reputasi cukup berdasarkan keluar, sikap sungguh-sungguh dan jauh sukses sebagai wanita pengusaha-belum lagi tato nya. Dia terbang pesawat, mendirikan sebuah perusahaan penerbangan charter dan ekspor makanan laut bisnis, dan menganggap dirinya seorang aktivis lingkungan dan sosial.
Pusat Solusi Kelautan menyelenggarakan sebuah acara minggu ini sebagai bagian dari kunjungan Menteri Susi ke AS, yang disponsori oleh David dan Lucile Packard Foundation. Susi berbicara kepada kerumunan dikemas di Hopkins Marine Station dari Stanford University di Monterey, CA tentang perannya dalam mengelola lautan Indonesia. Dia mengatakan bahwa misinya sebagai Menteri adalah untuk meningkatkan ekspor seafood Indonesia sementara membatasi ilegal dan tidak berkelanjutan memancing. Tujuan utama pemerintahannya adalah kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan)

Minister Susi Pudjiastuti addresses a packed house at Hopkins Marine Station. Photo: Kristen Weiss.
She uses strong measures to protect Indonesia’s fisheries, including targeting and sinking illegal fishing boats —an act that is endorsed by the country’s legislation and supported by much of the public. Some Indonesian fishermen have even slyly referred to her as a ‘gangster’ since she started enforcing stricter fishing regulations and reducing government subsidies. Nevertheless, Susi recently won the highest approval rating of any Indonesian Minister, at a whopping 61% (she was the only Minister to receive an approval rating above 50%).
At the same time, Susi tries to work closely on the ground with fishermen to understand their needs and build trust through open communication. Her goal is to help local fishing industries expand in a responsible way by slowly eliminating the unsustainable illegal fishing that has occurred historically.
“You can’t make all stakeholders happy,” Susi explained, “so I have to make policy on behalf of the majority.”
Susi issued a moratorium on all new fishing licenses within days of taking office, and banned the practice of transferring catches at sea; a practice that makes it very difficult to track and regulate fisheries. She also helped craft restrictions for lobster and crab fisheries, such as banning the catch of females with eggs and instating minimize size restrictions. She demanded that all available fisheries data, including vessel license information, be posted publicly online to increase transparency and reduce corruption.
Since she’s implemented stronger fisheries policies, Susi estimates that Indonesia has eliminated at least 5,000 illegal boats from their waters, potentially saving over 5 million tons of seafood catch. At the same time, the domestic fisheries industry is showing steady growth—about 9% in the last quarter. Susi’s mission seems to be getting a fast foothold.
“Change is what attracted me to this job,” Susi said. Indonesia’s President Joko Widodo, whose appointment of Susi in October 2014, first came as a surprise to many, has built his platform on change—environmental, economic, and social. “It will be a long journey,” Susi admitted, citing that government corruption and lack of resources will be persistent challenges. But she is determined to cultivate good governance and incentives for sustainable community fisheries.
 “The world’s future is in the ocean, but only if we can take care of it,” Susi said  “We hope that other countries will support the changes our country is making because these changes will bring positive outcomes not just to Indonesia, but also to the world.”

(Google Translate: Menteri Susi Pudjiastuti alamat rumah dikemas di Marine Station Hopkins. Foto: Kristen Weiss.
Dia menggunakan langkah-langkah yang kuat untuk melindungi perikanan di Indonesia, termasuk penargetan dan tenggelam kapal nelayan ilegal -sebuah tindakan yang didukung oleh undang-undang negara dan didukung oleh banyak masyarakat. Beberapa nelayan Indonesia bahkan licik disebut sebagai seorang 'gangster' sejak dia mulai menegakkan peraturan penangkapan ikan ketat dan mengurangi subsidi pemerintah. Namun demikian, Susi baru saja meraih rating persetujuan tertinggi dari setiap Menteri Indonesia, pada kekalahan 61% (dia adalah satu-satunya menteri untuk menerima rating persetujuan atas 50%).
Pada saat yang sama, Susi mencoba untuk bekerja sama di lapangan dengan nelayan untuk memahami kebutuhan mereka dan membangun kepercayaan melalui komunikasi terbuka. Tujuannya adalah untuk membantu industri perikanan lokal berkembang secara bertanggung jawab dengan perlahan-lahan menghilangkan illegal fishing yang tidak berkelanjutan yang telah terjadi secara historis.
"Anda tidak bisa membuat semua pihak senang," Susi menjelaskan, "jadi saya harus membuat kebijakan atas nama mayoritas."
Susi mengeluarkan moratorium semua izin penangkapan ikan yang baru dalam beberapa hari menjabat, dan melarang praktek mentransfer hasil tangkapan di laut; sebuah praktek yang membuatnya sangat sulit untuk melacak dan mengatur perikanan. Dia juga membantu pembatasan kerajinan untuk lobster dan kepiting perikanan, seperti melarang menangkap perempuan dengan telur dan instating meminimalkan pembatasan ukuran. Dia menuntut agar semua data perikanan yang tersedia, termasuk informasi lisensi kapal, akan diposting online publik untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi korupsi.
Karena dia menerapkan kebijakan perikanan kuat, Susi memperkirakan bahwa Indonesia telah menghilangkan sedikitnya 5.000 kapal ilegal dari perairan mereka, berpotensi menghemat lebih dari 5 juta ton makanan laut tangkapan. Pada saat yang sama, industri perikanan dalam negeri menunjukkan stabil pertumbuhan sekitar 9% pada kuartal terakhir. Misi Susi tampaknya akan mendapatkan pijakan yang cepat.
"Perubahan adalah apa yang menarik saya untuk pekerjaan ini," kata Susi. Presiden Indonesia Joko Widodo, yang pengangkatannya dari Susi pada bulan Oktober 2014, pertama kali datang sebagai kejutan bagi banyak orang, telah membangun platform nya tentang perubahan-lingkungan, ekonomi, dan sosial. "Ini akan menjadi perjalanan panjang," Susi mengakui, mengutip bahwa korupsi pemerintah dan kurangnya sumber daya akan tantangan gigih. Tapi dia bertekad untuk menumbuhkan pemerintahan yang baik dan insentif bagi perikanan masyarakat yang berkelanjutan.
 "Masa depan dunia adalah di laut, tapi hanya jika kita bisa mengurusnya," Susi mengatakan, "Kami berharap bahwa negara-negara lain akan mendukung perubahan negara kita membuat karena perubahan ini akan membawa hasil yang positif tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga kepada dunia. ")


Source : http://www.centerforoceansolutions.org/news-stories/indonesia%E2%80%99s-fisheries-minister-leads-way-ocean-sustainability

Wednesday, February 18, 2015

Satu Kata yang Membuat Susi Tertarik Menjadi Menteri di Pemerintahan Jokowi

KOMPAS.com/Roderick Adrian MozesMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat membuka seminar peringatan 10 tahun tsunami Aceh di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Satu Kata yang Membuat Susi Tertarik Menjadi Menteri di Pemerintahan Jokowi


Di hadapan para gubernur, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan salah satu alasannya untuk bergabung ke dalam Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut dia, ketertarikan bergabung dengan pemerintahan adalah karena Presiden menyodorkan satu kata, perubahan.

"Saya bergabung dengan pemerintahan ini atas ketertarikan dengan kata perubahan (yang ditawarkan Presiden Jokowi)," ujar Susi di depan para gubernur yang hadir di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Perubahan itu pula yang menjadi misinya. Namun, Susi mengaku tak bisa berbuat banyak apabila dukungan terhadapnya minim untuk membuat perubahan. Oleh karena itu, dia secara langsung meminta dukungan semua stakeholder di sektor kelautan dan perikanan, termasuk pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung kebijakannya.

"Tapi, saya enggak mungkin mengubah itu semua sendirian, tanpa support dari pemerintahan pusat dan daerah. Makanya, para gubernur juga harus berusaha ikut melakukan perubahan," kata Susi.

Meski begitu, Susi juga menyadari bahwa usaha untuk melakukan perubahan itu tak selalu mulus. Bahkan, dia meminta maaf secara langsung apabila kebijakannya menuai pro kontra di lapangan.

Source : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/02/17/141500826/Satu.Kata.yang.Membuat.Susi.Tertarik.Menjadi.Menteri.di.Pemerintahan.Jokowi